AGSI Ubah 15 Kamar Hotel di Jakarta Jadi Galeri Seni Rupa

AGSI Ubah 15 Kamar Hotel di Jakarta Jadi Galeri Seni Rupa
Foto: Ilustrasi AGSI Ubah 15 Kamar Hotel di Jakarta Jadi Galeri Seni Rupa.

Asosiasi Galeri Seni Indonesia (AGSI) meresmikan pameran Room Art Fair dengan mengubah 15 kamar di 25Hours Hotel Jakarta The Oddbird menjadi ruang pameran seni pada Kamis (16/4/2026). Dilansir dari Detikcom, inisiatif perdana di Jakarta ini melibatkan 13 galeri seni untuk merayakan Hari Seni Sedunia.

Lantai 10 hotel tersebut kini dialihfungsikan menjadi galeri yang menampilkan beragam karya seniman nasional. Upaya ini dilakukan untuk menghadirkan suasana pameran yang berbeda dari galeri konvensional bagi masyarakat umum.

Ketua AGSI, Maya Sujatmiko, menjelaskan bahwa pemilihan hotel sebagai lokasi pameran bertujuan untuk menghilangkan kesan kaku atau mengintimidasi yang sering dirasakan publik saat berkunjung ke galeri seni formal.

"Selama ini, publik ada yang takut ke galeri karena dibilang gak ngerti seni. Kita mau menjembatani hal itu, kayak tembok yang bikin takut. Bahwa galeri seni datang ke ruang publik, masuk ke hotel kan orang gak takut ya," ucap Maya Sujatmiko, Ketua Asosiasi Galeri Seni Indonesia (AGSI).

Maya menegaskan komitmen organisasi untuk menjadikan seni sebagai elemen yang menyatu dengan aktivitas harian. Melalui pendekatan yang lebih kasual, diharapkan batasan antara penikmat seni dan karya dapat semakin menipis.

"Satu galeri seni ada yang bawa 20 karya dan seniman-senimannya ada banyak banget. Jadi lebih terkesan friendly, masa sudah kayak gini gak berani masuk," sambung Maya Sujatmiko, Ketua Asosiasi Galeri Seni Indonesia (AGSI).

Pameran yang berlangsung hingga 15 Mei 2026 ini menampilkan representasi dari belasan galeri terkemuka, antara lain ART 1, Artsphere, Nadi Gallery, Zen1 Gallery, Andi's Gallery, dan Semarang Gallery. Hadir pula karya dari Puri Art Gallery, Artsociates, Srisasanti, ISA Art Gallery, DGallerie, serta Can's Gallery.

Beberapa karya menonjol dalam pameran ini meliputi rekayasa foto berbasis kecerdasan buatan (AI) oleh Esther Sutanto yang ditempatkan secara unik di area kamar mandi Semarang Gallery. Di lokasi yang sama, seniman Suanjaya Kencut mengeksplorasi medium cat air dengan ciri khas ikon kancing dalam nuansa warna yang lebih lembut.

Selain karya dua dimensi, pengunjung dapat menemukan seni instalasi dari Sillyndris. Karya tersebut diletakkan di atas meja dengan visual yang menyerupai tumpukan piring kotor namun memiliki nilai artistik tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi