PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau ADHI mencatatkan pemulihan kinerja signifikan dengan perolehan laba bersih mencapai Rp 154 miliar pada Triwulan I-2026. Capaian ini diumumkan manajemen perusahaan pada Kamis (30/4/2026) melalui siaran pers resmi yang menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Melansir laporan dari Nasional, lonjakan laba bersih ini sangat kontras dengan laba pada periode yang sama tahun 2025 yang hanya senilai Rp 317 juta. Perseroan juga melaporkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,7 triliun, yang didukung oleh total produksi senilai Rp 2,9 triliun dari kontribusi Joint Operation dan Non Joint Operation.
Sektor infrastruktur menjadi penyumbang pendapatan terbesar, terutama dari proyek Jalan Tol Jogja Bawen Paket 1, Jalan Tol Solo Jogja 1.1, dan EPCC Jetty Propylene. Pertumbuhan ini selaras dengan raihan kontrak baru sebesar Rp 4,72 triliun hingga Triwulan I-2026, atau melonjak 131,5 persen secara tahunan.
Laba kotor perseroan tercatat sebesar Rp 553 miliar dengan EBITDA mencapai Rp 464 miliar, meningkat 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi posisi keuangan, ADHI mengelola total aset senilai Rp 28,1 triliun dengan liabilitas Rp 24,7 triliun dan ekuitas Rp 3,5 triliun pada akhir Maret 2026.
Rasio keuangan perusahaan dilaporkan tetap terjaga dengan Debt to Equity Ratio (DER) berbasis Interest Bearing Debt sebesar 2,4 kali. Manajemen menyatakan bahwa seluruh rasio keuangan telah memenuhi batasan yang dipersyaratkan dalam covenant obligasi perusahaan sebagai bentuk komitmen kepada investor.
| Indikator Keuangan | Nilai (Rp) |
|---|---|
| Pendapatan Usaha | 1,7 Triliun |
| Total Produksi | 2,9 Triliun |
| Kontrak Baru | 4,72 Triliun |
| Laba Kotor | 553 Miliar |
| EBITDA | 464 Miliar |
| Laba Bersih | 154 Miliar |
Strategi penguatan fundamental bisnis menjadi fokus utama perseroan dalam menghadapi tantangan di industri konstruksi nasional. ADHI menerapkan selektivitas dalam pengambilan proyek baru serta disiplin dalam pengelolaan arus kas untuk menjaga keberlanjutan operasional jangka panjang.