AC Milan menghadapi ancaman kegagalan melaju ke Liga Champions musim depan menjelang pertandingan pekan ke-36 Liga Italia melawan Atalanta di Stadion San Siro pada Minggu (10/5/2026). Performa kurang memuaskan membuat posisi klub kini berada di bawah tekanan besar.
Sebagaimana dilansir dari Bola, posisi Rossoneri merosot ke peringkat keempat klasemen sementara setelah Juventus menundukkan Lecce dengan skor 1-0 pada Minggu dini hari WIB. Milan saat ini mengoleksi 67 poin dari 35 pertandingan yang telah dilakoni.
Klub asuhan Massimiliano Allegri tersebut hanya terpaut tiga poin dari AS Roma yang membayangi di posisi kelima. Kemenangan atas Atalanta menjadi krusial untuk mengamankan tiket kompetisi Eropa, terutama jika pada saat bersamaan AS Roma menelan kekalahan dari Parma.
Pelatih Massimiliano Allegri menuntut komitmen penuh dari seluruh elemen tim untuk fokus pada target jangka pendek klub. Seruan persatuan ini disampaikan demi meredam gejolak internal yang terjadi di kubu Milan.
"Hal terpenting adalah kami semua harus bekerja untuk klub," ujar Allegri dalam konferensi pers sehari sebelum laga kontra Atalanta.
Allegri menegaskan bahwa kepentingan kolektif harus menjadi prioritas utama bagi setiap individu di dalam tim saat ini. Hal ini merujuk pada performa tim yang cenderung menurun dalam beberapa pekan terakhir.
"Target pribadi harus dikesampingkan dan tujuan kolektifnya adalah Milan harus kembali bermain di Liga Champions," tambah Allegri.
Kondisi internal klub semakin diperumit dengan munculnya kabar rencana revolusi manajemen pada musim panas mendatang oleh CEO Giorgio Furlani. Furlani dilaporkan ingin merekrut Tony D'Amico guna menggantikan posisi Igli Tare sebagai direktur teknik.
Penunjukkan D'Amico berpotensi mengancam posisi Allegri sebagai pelatih kepala karena manajemen kabarnya mengincar Vincenzo Italiano dari Bologna. Di sisi lain, kepemimpinan Furlani turut digoyang oleh petisi yang ditandatangani hampir 40 ribu suporter pada Jumat, 8 Mei 2026.
Suporter menilai kebijakan transfer yang dibatasi anggaran oleh Furlani mengakibatkan penurunan kualitas skuad Milan. Hingga saat ini, sebagian besar pemain baru dianggap gagal memenuhi standar tinggi klub, kecuali sosok Luka Modric dan Adrien Rabiot.