Awan mendung kembali menyelimuti skuad AC Milan saat bertandang ke markas Sassuolo di Stadion Mapei, Citta del Tricolore. Dalam laga lanjutan Liga Italia musim 2025-2026 yang berlangsung Minggu (3/5/2026) tersebut, tim tamu harus pulang dengan tangan hampa.
Dilansir dari Bola, AC Milan terpaksa mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor akhir 2-0. Kekalahan ini memicu reaksi emosional berupa kekecewaan mendalam dari para pendukung setia yang memadati tribun seusai laga berakhir.
Dua gol kemenangan Sassuolo tercipta melalui aksi cepat Domenico Berardi dan satu gol tambahan yang dilesakkan oleh Armand Lauriente. Upaya tim tamu untuk bangkit semakin sulit karena kondisi teknis di atas lapangan yang tidak menguntungkan.
Langkah Rossoneri pincang setelah bek andalan mereka, Fikayo Tomori, diusir keluar lapangan oleh wasit pada menit ke-24. Bermain dengan sepuluh orang sejak babak pertama membuat kendali permainan sulit dipertahankan oleh anak asuh Stefano Pioli.
Hasil buruk ini memperburuk tren negatif klub asal Milan tersebut di penghujung musim. Tercatat, Milan hanya mampu mengoleksi empat poin dari lima pertandingan terakhir, termasuk kekalahan menyakitkan dari Napoli dan Udinese.
Kekalahan ini berdampak langsung pada posisi Milan di papan klasemen Serie A. Posisi mereka kini terancam merosot ke peringkat keempat, terutama jika Juventus berhasil mengamankan poin penuh saat melawan Hellas Verona.
Frustrasi para tifosi yang hadir di Stadion Mapei meledak begitu peluit panjang dibunyikan. Alih-alih mendapatkan dukungan, para pemain justru mendapatkan sambutan dingin dan kritik tajam dari tribun tandang.
Situasi sempat canggung ketika para pemain Milan tampak ragu untuk mendekat ke arah pendukung mereka. Skuad Rossoneri lebih memilih berdiam diri di tengah lapangan sambil mendengarkan riuh cemoohan dari kejauhan.
Berdasarkan laporan Sky Sport Italia, Mike Maignan selaku kapten tim sebenarnya sempat mencoba mengambil inisiatif. Ia mengajak rekan-rekannya untuk berjalan menuju tribun guna memberikan apresiasi kepada suporter yang telah datang.
Namun, derasnya sorakan negatif dan protes keras yang dialamatkan kepada tim membuat Maignan mengubah rencananya. Sang penjaga gawang akhirnya memutuskan untuk putar balik dan langsung memimpin rekan-rekannya masuk ke ruang ganti.