AC Milan merosot ke posisi keempat klasemen sementara Serie A setelah menderita kekalahan 2-3 dari Atalanta di Stadion San Siro pada Minggu (10/5/2026). Hasil minor ini menjadi kekalahan kedua berturut-turut bagi skuad asuhan Stefano Pioli tersebut di kompetisi domestik.
Dilansir dari Bola, poin AC Milan kini tertahan di angka 67 dan posisi mereka di peringkat ketiga resmi digeser oleh Juventus. Meskipun perolehan poin Rossoneri saat ini disamai oleh AS Roma, Milan masih diuntungkan lewat keunggulan catatan head-to-head atas tim ibu kota tersebut.
Performa Milan sedang dalam tren negatif dengan catatan hanya meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan liga terakhir. Dalam laga kontra Atalanta, gawang Milan kebobolan tiga kali terlebih dahulu sebelum Strahinha Pavlovic dan Christopher Nkunku memperkecil ketertinggalan di menit-menit akhir pertandingan.
Eks bintang Serie A, Paolo Di Canio, melontarkan kritik keras terhadap kegagalan Milan mempertahankan konsistensi. Ia menilai para pemain tidak menunjukkan keberanian yang dibutuhkan untuk membela klub sebesar Milan.
"Nol identitas, nol kepribadian, nol semangat. Itu sangat jelas meskipun ada usaha," ujar Paolo Di Canio, Legenda West Ham.
Di Canio menambahkan bahwa gol-gol telat yang dicetak Milan tidak bisa menutupi buruknya kualitas permainan secara keseluruhan. Menurutnya, aspek tanggung jawab di lapangan menjadi masalah utama yang terlihat sepanjang laga.
"Mereka kekurangan keberanian, tanggung jawab, dan keinginan ekstra untuk memberikan segalanya. Hal itu sama sekali tidak terlihat hari ini. Itu yang paling membuat kesal. Saya tidak tertipu oleh gol-gol di menit terakhir," lanjut Paolo Di Canio, Legenda West Ham.
Analisis Di Canio juga menyoroti kapasitas individu beberapa penggawa Milan dalam menghadapi tekanan kompetisi tingkat tinggi. Ia membandingkan performa pemain utama dengan para pemain pengganti yang justru tampil lebih lepas.
"Sebelum gol-gol itu, permainan mereka benar-benar menyedihkan dan beberapa pemain menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki kapasitas untuk bermain di Liga Champions," lanjut Paolo Di Canio, Legenda West Ham.
Mantan penyerang tersebut berpendapat bahwa beban mengenakan seragam AC Milan di hadapan pendukung sendiri menjadi masalah mental bagi sebagian pemain. Ia menyayangkan ketidakkonsistenan yang ditunjukkan sepanjang musim.
"Para pemain pengganti tampil baik, tapi itu juga soal kepribadian. Mungkin mereka masuk dengan pikiran tanpa beban. Yang lainnya mendapat cemoohan, sehingga mereka bermain lebih lepas. Hal itu membuat mereka tampil lebih baik," ujar Paolo Di Canio, Legenda West Ham.
Kehadiran pemain pelapis dianggap Di Canio bisa menjadi solusi jika mereka mampu mempertahankan level permainan tersebut secara reguler. Ia menegaskan ekspektasi tinggi yang selalu ada saat bermain di San Siro.
"Jika para pemain pengganti bermain seperti itu sepanjang musim, Milan mungkin sudah menyelesaikan masalahnya," ucap Paolo Di Canio, Legenda West Ham.
Menurut pandangan pria yang pernah berkarier di Italia tersebut, banyak pemain yang tidak siap memikul beban sejarah klub di hadapan puluhan ribu suporter. Hal ini terlihat dari cara mereka merespons situasi sulit di lapangan.
"Dalam situasi seperti ini, terlihat jelas bahwa banyak pemain tidak memiliki kapasitas yang sesuai untuk mengenakan seragam berat di hadapan 70.000 suporter di San Siro," lanjut Paolo Di Canio, Legenda West Ham.
Sementara itu, legenda AC Milan lainnya, Alessandro Costacurta, menilai penurunan performa tim sudah terdeteksi sejak beberapa laga sebelumnya. Costacurta melihat adanya masalah pada kejernihan mental pemain di periode krusial.
"Ini bukan hanya masalah pada babak pertama saja. Hal ini sudah terlihat sejak pertandingan melawan Udinese, Juventus, dan Sassuolo," ucap Alessandro Costacurta, Legenda AC Milan.
Sosok yang pernah memenangkan lima trofi Liga Champions ini menganggap faktor kelelahan menjadi penyebab lain di balik hasil buruk tim. Ia mencatat bahwa penurunan level permainan ini terjadi secara berulang dalam enam pertandingan terakhir.
"Empat dari enam pertandingan terakhir dimainkan dengan performa seperti ini. Saya rasa mereka masih berkomitmen, tetapi mereka kehilangan kejernihan mental dan merasa kelelahan di bagian penting musim," lanjut Alessandro Costacurta, Legenda AC Milan.
AC Milan kini diwajibkan memenangkan dua pertandingan sisa musim ini untuk mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions musim depan.