AC Milan harus menerima kenyataan pahit setelah menelan kekalahan mengejutkan dari Cagliari di Stadion San Siro. Sempat memimpin terlebih dahulu, skuad Rossoneri justru berbalik tertinggal dan menyudahi laga dengan skor 1-2.
Hasil minor tersebut, seperti dilansir dari Media Indonesia, secara resmi menutup peluang mereka untuk mengamankan tiket kelolosan ke ajang Liga Champions musim depan.
Padahal, armada Milan berada dalam situasi yang sangat menguntungkan menjelang pertandingan bergulir. Modal kemenangan tandang atas Genoa ditambah kegagalan Juventus meraih poin penuh membuat Milan hanya memerlukan tiga poin tambahan guna mengunci posisi empat besar.
Namun, ketegangan di luar lapangan yang dipicu oleh isu perebutan kekuasaan di jajaran manajemen tampaknya memberikan dampak buruk terhadap performa tim di lapangan.
Pertandingan baru berjalan dua menit ketika Milan langsung membuka keunggulan atas tim tamu. Berawal dari umpan panjang yang dilepaskan Fikayo Tomori, bola kemudian diturunkan oleh Santiago Gimenez.
Alexis Saelemaekers yang menyambut bola liar tersebut langsung melepaskan tembakan jarak dekat yang sukses menggetarkan jala gawang Cagliari.
Meski status mereka sudah dipastikan aman dari ancaman degradasi sejak pekan lalu dan bermain tanpa beban, Cagliari tetap memberikan perlawanan sengit. Penjaga gawang Milan, Mike Maignan, bahkan sempat melakukan penyelamatan akrobatik untuk menepis tendangan melengkung Gianluca Gaetano.
Akan tetapi, situasi sepak pojok yang lahir dari peluang tersebut berujung petaka bagi tuan rumah. Yerry Mina berhasil menyundul bola ke arah Gennaro Borrelli, yang langsung menyambarnya untuk menjadi gol penyeimbang kedudukan.
Milan berulang kali mencoba membalas guna mengembalikan keunggulan. Namun, penyelesaian akhir yang lemah dari Christopher Nkunku dan Gimenez, serta sundulan dari Youssouf Fofana dengan mudah diamankan oleh kiper Elia Caprile.
Malapetaka bagi tuan rumah akhirnya tiba pada babak kedua melalui skema bola mati. Sebuah eksekusi tendangan bebas yang diarahkan kepada Borrelli memaksa Maignan melakukan penyelamatan sulit di tiang dekat gawangnya.
Sial bagi Milan, bola muntah dari penyelamatan tersebut langsung disundul oleh Juan Rodriguez untuk membawa Cagliari berbalik unggul menjadi 2-1.
Situasi ini kian menyudutkan posisi Milan lantaran di pertandingan lain Como berhasil memetik kemenangan di markas Cremonese. Hasil itu berarti Milan akan terlempar dari zona Liga Champions jika skor pertandingan tidak mengalami perubahan.
Merespons kondisi yang genting, Milan langsung memasukkan Luka Modric, Niclas Fullkrug, hingga Rafael Leao yang baru diturunkan di 22 menit sisa laga.
Alih-alih menyamakan skor, lini pertahanan Milan justru berkali-kali berada dalam posisi terancam. Maignan dipaksa melakukan penyelamatan ganda demi menghalau peluang emas yang didapatkan Borrelli dan Gabriele Zappa.
Matteo Gabbia juga harus melakukan blok krusial di lini belakang guna membendung tembakan keras dari Michel Adopo.
Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan berbunyi, Milan gagal mengejar ketertinggalan skor dan harus merelakan tiket Liga Champions melayang.
Kekalahan ini menjadi hasil negatif ketiga bagi Milan dalam empat pertandingan terakhir mereka. Hasil buruk ini langsung disambut oleh sorakan cemoohan yang bergemuruh dari para suporter di tribune San Siro.