AC Milan membawa pulang satu poin setelah bermain imbang melawan AS Roma di Stadio Olimpico pada Senin (26/1/2026) dini hari WIB, sebuah hasil yang menurut pelatih Massimiliano Allegri tetap bernilai positif bagi posisi klub di klasemen sementara Serie A.
Dilansir dari Investortrust, I Rossoneri sempat memimpin kedudukan melalui gol sundulan Koni de Winter yang memanfaatkan umpan sepak pojok Luka Modric, sebelum akhirnya disamakan oleh penalti Lorenzo Pellegrini.
Hasil ini memastikan AC Milan tetap menghuni peringkat kedua klasemen dengan selisih lima poin dari Inter Milan di puncak, sekaligus menjaga jarak lima angka dari Juventus yang berada di posisi kelima.
Berdasarkan data statistik pertandingan, AS Roma tampil sangat dominan dengan melepaskan 15 tembakan dan mencatatkan nilai expected goals (xG) sebesar 2,74, berbanding jauh dengan lima tembakan dan xG 0,35 milik AC Milan.
"Menurut saya, tujuh hingga delapan menit awal berjalan baik, lalu Roma mulai menekan. Mereka lebih cepat merebut bola kedua dan berbahaya lewat umpan-umpan vertikal," ujar Massimiliano Allegri, Pelatih AC Milan.
Allegri secara khusus memberikan apresiasi terhadap penampilan penjaga gawang Mike Maignan yang berhasil melakukan serangkaian penyelamatan penting guna menghalau gelombang serangan tim tuan rumah di ibu kota.
"Maignan menjaga kami tetap dalam pertandingan. Di babak kedua kami lebih rapi secara teknis dan Roma juga kehilangan sedikit intensitas," tambah Massimiliano Allegri, Pelatih AC Milan.
Sang pelatih menekankan bahwa kendali permainan sebenarnya sempat berada di tangan timnya setelah unggul lebih dulu, namun momen penalti dianggap sebagai faktor utama yang mengubah dinamika pertandingan di lapangan.
"Setelah kami memimpin, pertandingan terlihat terkendali. Tapi, insiden seperti ini bisa terjadi. Tetap saja, hasil ini positif karena meraih satu poin di Olimpico pada fase musim ini sangat penting," kata Massimiliano Allegri, Pelatih AC Milan.
Memasuki babak kedua, AC Milan mencoba meningkatkan intensitas permainan guna keluar dari tekanan tinggi yang diterapkan oleh para pemain AS Roma melalui sirkulasi bola yang lebih terencana.
"Kami lebih agresif di babak kedua. Melawan tim dengan pressing seperti Roma, kami harus keluar dari tekanan lewat kombinasi dan sirkulasi bola yang lebih baik," jelas Massimiliano Allegri, Pelatih AC Milan.
Allegri juga memasukkan Niclas Fuellkrug dan Christian Pulisic sebagai tenaga baru, sementara ia mengamati adanya perkembangan chemistry yang baik antara Rafael Leao dan Christopher Nkunku di lini serang.
"Mereka semua pemain penting. Saat Leao dan Nkunku mulai berkembang, saya butuh pemain yang kuat duel udara dan punya determinasi seperti Pulisic untuk mengunci pertandingan," tutup Massimiliano Allegri, Pelatih AC Milan.