8 Aturan Baru Piala Dunia 2026 Resmi Dirilis, Format Terbaru Jadi Sorotan

8 Aturan Baru Piala Dunia 2026 Resmi Dirilis, Format Terbaru Jadi Sorotan
Foto: 8 Aturan Baru Piala Dunia 2026 Resmi Dirilis, Format Terbaru Jadi Sorotan. (Illustration by Pexels)

FIFA bersama IFAB telah resmi merilis sederet aturan baru yang akan diterapkan pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang. Ketentuan ini dirancang untuk mengubah dinamika pertandingan agar lebih adil dan disiplin bagi semua pihak.

International Football Association Board (IFAB) sebagai otoritas pembuat regulasi sepak bola dunia menetapkan laws of the game terbaru ini menjelang pesta bola terbesar tersebut. Aturan ini tidak hanya eksklusif untuk Piala Dunia, tetapi juga akan diimplementasikan secara luas pada musim kompetisi 2026/2027.

Pierluigi Collina selaku Kepala Petugas Perwasitan FIFA menjelaskan bahwa amandemen ini memiliki tujuan yang sangat krusial bagi masa depan sepak bola. Amandemen tersebut fokus pada pemberantasan diskriminasi, meminimalisir aksi buang-buang waktu, serta memacu tempo permainan demi kenyamanan pemain dan suporter.

Daftar Delapan Aturan Baru di Piala Dunia 2026

Perubahan besar ini mencakup berbagai aspek teknis di lapangan yang wajib dipahami oleh setiap tim nasional yang bertanding. Berikut adalah rincian aturan baru yang akan mulai berlaku penuh pada turnamen akbar tersebut.

Larangan menutup mulut saat konfrontasi:

  • Pemain yang menutup mulut menggunakan tangan, lengan, atau kaus dalam situasi bersitegang dengan pihak lain akan langsung dijatuhi kartu merah.
  • Hukuman ini tidak berlaku bagi pemain yang menutup mulut saat sedang melakukan percakapan santai dan normal dengan rekan setim atau lawan.

Langkah tegas ini diambil berkaca pada insiden Gianluca Prestianni dari Benfica yang dituduh melontarkan hinaan diskriminatif kepada Vinicius Jr. Saat itu, ia berbicara sambil menutup mulut dengan kaus untuk menyembunyikan ucapannya, yang berujung pada sanksi berat dari UEFA.

Sanksi bagi tim yang melakukan aksi walk out:

  • Pemain yang sengaja meninggalkan lapangan atau melakukan walk out sebagai bentuk protes atas keputusan wasit akan diganjar kartu merah.
  • Ofisial tim yang terbukti menghasut atau menyuruh pemainnya keluar lapangan juga akan mendapatkan hukuman yang serupa.
  • Jika sebuah tim menyebabkan laga terhenti total karena aksi ini, mereka akan langsung dinyatakan kalah dalam pertandingan tersebut.

Regulasi ini lahir setelah insiden timnas Senegal yang meninggalkan lapangan karena tidak terima dengan keputusan penalti pada final Piala Afrika. Meski awalnya menang di babak tambahan, keputusan akhirnya dibatalkan dan Maroko dinyatakan menang 3-0 sebagai hukuman bagi Senegal.

Batas waktu lemparan ke dalam dan tendangan gawang:

Wasit kini akan menerapkan aturan ketat lima detik bagi pemain yang akan melakukan lemparan ke dalam maupun tendangan gawang. Sang pengadil lapangan akan memberikan isyarat hitung mundur dengan mengangkat tangan untuk membantu pemain memantau waktu.

Jika pemain gagal melempar bola sebelum waktu habis, hak lemparan akan otomatis berpindah kepada tim lawan. Sementara itu, keterlambatan pada tendangan gawang akan berakibat pada pemberian tendangan sudut bagi tim lawan sebagai bentuk hukuman.

Regulasi Mengenai Pergantian Pemain dan Cedera

Aspek efisiensi waktu juga menjadi fokus utama dalam aturan pergantian pemain agar tidak ada tim yang memanfaatkan momen ini untuk mengulur durasi. Selain itu, prosedur penanganan pemain yang mengalami cedera di lapangan juga mengalami perubahan signifikan.

Prosedur cepat keluar lapangan bagi pemain yang diganti:

Pemain yang akan digantikan hanya diberikan waktu selama 10 detik untuk keluar dari lapangan sejak papan pergantian diangkat. Pemain diwajibkan keluar melalui titik terdekat di garis batas lapangan agar proses pergantian berjalan lebih cepat.

Apabila pemain tersebut melanggar batas waktu 10 detik, maka pemain pengganti tidak diperbolehkan masuk segera. Pemain pengganti baru diizinkan masuk lapangan pada saat laga terhenti untuk pertama kalinya setelah satu menit berlalu.

Pengecualian aturan ini hanya diberikan dalam situasi darurat tertentu, misalnya pemain dalam kondisi cedera serius atau terkait masalah keamanan di stadion. Hal ini bertujuan agar tempo pertandingan tetap terjaga tanpa gangguan yang tidak perlu dari proses administratif pemain.

Aturan perawatan medis di luar lapangan pertandingan:

Pemain yang mendapatkan perawatan dari staf medis di dalam lapangan diwajibkan untuk meninggalkan area permainan selama satu menit. Aturan ini mulai berlaku segera setelah pertandingan kembali dilanjutkan pasca penanganan medis tersebut.

Terdapat beberapa kondisi yang dikecualikan dalam aturan ini agar tidak merugikan tim secara berlebihan. Pengecualian berlaku bagi penjaga gawang yang cedera, benturan sesama rekan setim, cedera kepala atau gegar otak, serta pemain yang akan mengambil tendangan penalti.

Larangan komunikasi saat kiper mendapat perawatan:

Jika seorang penjaga gawang sedang dirawat oleh tim medis di dalam lapangan, pemain lain dari kedua kesebelasan dilarang keras meninggalkan area permainan. Mereka tidak diperbolehkan menghampiri pinggir lapangan untuk berdiskusi atau menerima instruksi taktik dari pelatih masing-masing.

Peningkatan Fungsi VAR dan Jeda Hidrasi

Teknologi video asisten wasit (VAR) kini memiliki cakupan wewenang yang lebih luas untuk meminimalisir kesalahan fatal yang bisa mengubah hasil laga. Selain itu, FIFA juga memperhatikan aspek kesehatan pemain dengan memperkenalkan waktu istirahat tambahan secara resmi.

Perluasan wewenang Video Assistant Referee (VAR):

VAR kini memiliki mandat untuk mengintervensi keputusan wasit lapangan pada situasi yang sebelumnya terbatas. Fokusnya adalah memperbaiki kesalahan identitas pemain serta mengoreksi keputusan kartu kuning kedua atau pemberian sepak pojok yang dinilai keliru.

Penerapan jeda hidrasi secara resmi setiap babak:

Setiap pertandingan akan memiliki 'jeda hidrasi' resmi selama tiga menit yang dilakukan di tengah-tengah setiap babak pertandingan. Secara umum, jeda ini akan dilakukan pada sekitar menit ke-22 untuk memastikan kondisi fisik pemain tetap optimal di cuaca tertentu.

Meskipun jadwalnya ditentukan, wasit tetap memiliki fleksibilitas untuk menggeser waktu jeda ini sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Contohnya, jika terdapat pemain yang cedera pada menit ke-20, wasit bisa langsung menggabungkan momen tersebut dengan waktu jeda hidrasi agar lebih efisien.

Ringkasan Poin Penting Aturan Baru Piala Dunia 2026:

Kategori Aturan Ringkasan Ketentuan Baru
Perilaku Pemain Kartu merah untuk pemain yang menutup mulut saat konfrontasi atau melakukan walk out.
Batas Waktu Laga Maksimal 5 detik untuk lemparan/tendangan gawang; 10 detik untuk keluar saat diganti.
Medis & Kiper Pemain cedera keluar 1 menit; larangan bicara dengan pelatih saat kiper dirawat.
Teknologi & Fisik VAR bisa intervensi kartu kuning kedua; ada jeda minum 3 menit di menit ke-22.

Implementasi delapan aturan baru ini diharapkan mampu menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai turnamen yang paling disiplin dan menarik untuk ditonton. FIFA berkomitmen untuk terus mengevaluasi efektivitas regulasi ini demi kemajuan olahraga sepak bola secara global.

Artikel terkait

Rekomendasi