Kenali 4 Sumber Energi Alternatif Pengganti Solar untuk Mesin Diesel

Kenali 4 Sumber Energi Alternatif Pengganti Solar untuk Mesin Diesel
Foto: Ilustrasi Kenali 4 Sumber Energi Alternatif Pengganti Solar untuk Mesin Diesel.

Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, terutama jenis solar, mulai menghadapi tantangan besar akibat harga yang fluktuatif dan dampak polusi udara yang dihasilkan. Emisi gas buang dari mesin diesel konvensional menjadi salah satu kontributor utama penurunan kualitas udara saat ini.

Dilansir dari Suara melalui laman resmi Shell, telah tersedia berbagai alternatif energi yang lebih ramah lingkungan untuk menggantikan posisi solar. Bahan bakar ini diproduksi dari sumber daya di sekitar, mulai dari minyak sawit hingga pengolahan limbah kotoran ternak.

Biodiesel menjadi opsi utama sebagai energi alternatif bagi mesin diesel karena terbuat dari minyak nabati seperti Crude Palm Oil (CPO), minyak jarak, hingga pemanfaatan minyak goreng bekas. Karakteristik fisiknya yang serupa dengan solar membuat bahan bakar ini dapat digunakan tanpa memerlukan modifikasi mesin dalam skala besar.

Penggunaan biodiesel dinilai lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah daripada solar murni. Di Indonesia, masyarakat dapat menemukan produk ini melalui label Biosolar B30 dan B40 yang tersedia di berbagai stasiun pengisian bahan bakar.

Program B40 merupakan skema terbaru yang menggunakan komposisi 40 persen biodiesel dan 60 persen solar minyak bumi. Inisiatif ini dijalankan untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, menghemat devisa negara, serta menurunkan angka emisi karbon secara nasional.

Keunggulan Renewable Diesel dan Biogas

Berbeda dengan biodiesel standar, Renewable Diesel atau diesel terbarukan diproduksi melalui metode hidrogenasi (hydrotreated). Proses ini menghasilkan bahan bakar yang secara kimiawi setara dengan diesel bumi namun memiliki karakteristik yang jauh lebih bersih bagi lingkungan.

Energi ini memiliki beberapa keunggulan teknis, salah satunya adalah statusnya sebagai drop-in fuel yang bisa langsung dituangkan ke tangki mesin apa pun tanpa modifikasi. Renewable Diesel juga memiliki angka setana yang lebih tinggi untuk pembakaran sempurna dan tetap bekerja optimal pada suhu dingin.

Data menunjukkan bahwa penggunaan diesel terbarukan mampu mereduksi emisi karbon hingga mencapai 80 persen. Selain itu, limbah kotoran ternak, sisa makanan, dan sampah pertanian juga dapat dikonversi menjadi Biogas melalui proses fermentasi bakteri anaerob tanpa oksigen.

Hasil fermentasi tersebut menghasilkan gas metana yang dapat menggerakkan mesin atau menjadi sumber pembangkit listrik. Sisa pengolahan biogas yang disebut bioslurry juga dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik kaya nutrisi untuk mendukung kemandirian energi di wilayah pedesaan.

Artikel terkait

Rekomendasi