Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tengah serius mematangkan strategi anak asuhnya menjelang turnamen bergengsi Piala AFF 2026. Dalam sesi latihan terbaru, Herdman menerapkan metode khusus untuk menguji ketangguhan fisik dan taktik para pemain.
Latihan intensif ini berlangsung melalui laga internal di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu (30/5). Sebanyak 28 pemain terlibat aktif dalam simulasi pertandingan yang membagi tim menjadi dua kelompok berbeda.
Eksperimen Formasi dan Skema Permainan
Dalam sesi tersebut, John Herdman membagi skuad menjadi Tim Merah dengan 16 pemain dan Tim Putih yang berkekuatan 12 pemain. Pembagian jumlah pemain yang tidak seimbang ini menjadi tantangan tersendiri bagi kedua kubu dalam menjaga area lapangan.
Strategi pertama yang ditekankan adalah penggunaan dua formasi yang kontras untuk menguji adaptasi pemain. Tim Merah tampil dominan dengan pola 4-3-3, sementara Tim Putih bermain lebih reaktif menggunakan skema 3-4-3.
Tim dengan empat bek terlihat lebih menguasai aliran bola melalui umpan-umpan pendek yang rapi. Di sisi lain, Tim Putih justru tampil lebih mematikan lewat skema serangan balik cepat yang sangat efektif.
Pertandingan internal ini berakhir dengan skor tipis 5-4 untuk kemenangan Tim Putih. Penyerang muda Jens Raven menjadi bintang lapangan setelah sukses menyarangkan tiga gol atau hattrick ke gawang lawan.
Pengaturan Tempo dan Transisi Permainan
Siasat kedua yang diterapkan pelatih asal Inggris ini berkaitan dengan pengaturan tempo melalui tanda visual di lapangan. Terdapat enam garis merah khusus yang diletakkan di sekitar area lingkaran tengah lapangan.
Garis-garis ini berfungsi sebagai panduan bagi pemain dalam menjaga ritme saat terjadi transisi, baik saat bertahan maupun menyerang. Fokus utamanya adalah kedisiplinan posisi agar jarak antar lini tetap terjaga dengan ideal.
Saat bertahan, lini belakang diinstruksikan untuk berdiri sejajar dengan garis tinggi di dekat area tengah. Langkah berisiko ini diambil guna memberikan tekanan instan kepada lawan sekaligus memicu jebakan offside.
Sementara saat menyerang, pembatasan garis ini menuntut pemain untuk lebih cerdas dalam mencari ruang kosong. Hasilnya, pergerakan tanpa bola para pemain terlihat jauh lebih dinamis dan tidak mudah terbaca oleh lawan.
Reposisi Pemain Bertahan untuk Kecepatan
Metode ketiga yang cukup menarik perhatian adalah keputusan Herdman memasang beberapa bek sayap di posisi bek tengah. Eksperimen ini melibatkan nama-nama seperti Mathew Baker, Shayne Pattynama, dan Fajar Fathurahman.
Mathew Baker dan Shayne Pattynama yang biasanya beroperasi di sisi kiri pertahanan, ditarik menjadi bek tengah bagian kiri. Begitu pula dengan Fajar Fathurahman yang digeser dari bek kanan menjadi bek tengah di sisi kanan.
Daftar pemain yang mengalami perubahan posisi dalam laga internal:
- Mathew Baker: Digeser dari bek kiri menjadi bek tengah sisi kiri untuk memperkuat area jantung pertahanan.
- Shayne Pattynama: Pemain naturalisasi ini diuji kemampuannya sebagai bek tengah kiri demi fleksibilitas taktik.
- Fajar Fathurahman: Pemain Persija Jakarta ini menempati posisi bek tengah kanan untuk memanfaatkan kecepatan larinya.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penyerang lawan di Piala AFF yang memiliki kecepatan tinggi di atas rata-rata. Ketiga pemain tersebut dinilai memiliki kecepatan mumpuni untuk menutup celah jika terjadi serangan balik mendadak.
Persiapan Menuju Piala AFF 2026
Setelah menyelesaikan rangkaian latihan di Jakarta, rombongan Timnas Indonesia dijadwalkan akan segera bertolak ke Bali. Pemusatan latihan di Pulau Dewata bertujuan untuk menyempurnakan formula permainan sebelum turnamen dimulai.
Berikut adalah ringkasan informasi mengenai jadwal dan posisi Indonesia di babak grup mendatang.
Rincian grup dan jadwal pertandingan Timnas Indonesia:| Kategori | Keterangan |
|---|---|
| Jadwal Turnamen | 24 Juli hingga 26 Agustus 2026 |
| Posisi Grup | Grup A |
| Lawan Utama | Vietnam, Singapura, Kamboja |
| Lawan Tambahan | Pemenang Playoff (Timor Leste/Brunei) |
Data di atas menunjukkan tantangan besar yang harus dihadapi Indonesia sejak fase awal kompetisi. Dengan sisa waktu yang ada, diharapkan tiga siasat John Herdman mampu membawa perubahan signifikan pada performa tim nasional.