PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) tengah memperluas ekspansi bisnis ke sektor fast moving consumer goods (FMCG) dan snack makanan ringan. Langkah ini ditandai dengan rencana akuisisi produsen makanan ringan Momogi, PT Sari Murni Abadi, seperti dilansir dari Stocksetup.
Emiten yang dikenal bergerak di industri cokelat dan produk berbasis kakao ini menandatangani Conditional Share Purchase Agreement (CSPA). Melalui perjanjian tersebut, COCO akan mengambil alih hingga 99,99% saham PT Sari Murni Abadi.
Proses akuisisi perusahaan produsen Momogi tersebut dilakukan dari perusahaan asal Singapura, Metaside Global Holding Pte Ltd. Langkah ekspansi ini dinilai menjadi upaya perseroan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis di tengah persaingan industri makanan dan minuman.
Aksi korporasi ini turut memberikan dampak positif pada pergerakan saham di pasar modal. Tercatat, harga saham COCO mengalami kenaikan dalam rentang 15% hingga 19% pada sepekan terakhir per 8 Mei 2026.
COCO merupakan emiten sektor makanan dan minuman yang berfokus pada pengolahan cokelat dan produk berbasis kakao. Perseroan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019 dan dikenal luas melalui berbagai produk cokelat dengan merek Schoko.
Dalam klasifikasi bursa, COCO berada dalam kelompok sektor consumer non-cyclicals atau barang konsumsi primer. Hal ini karena produk-produk yang dihasilkan berkaitan langsung dengan kebutuhan makanan dan minuman sehari-hari masyarakat.
Kegiatan usaha utama perusahaan ini mencakup produksi, distribusi, serta penjualan produk berbasis kakao dan cokelat. COCO menyasar pangsa pasar retail, food service, hingga industri manufaktur makanan.
Pada segmen produk cokelat konsumen, COCO memproduksi berbagai produk siap konsumsi seperti chocolate bar, minuman cokelat, chocolate spread, filling cokelat, dan snack berbasis cokelat. Produk-produk retail ini dipasarkan dengan merek komersial seperti Schoko dan DÔÇÖLanier.
Selain menyasar konsumen akhir, COCO juga menjadi pemasok bahan baku untuk industri makanan dan minuman. Beberapa produk bahan baku yang disediakan meliputi cocoa powder, compound chocolate, couverture chocolate, pasta kakao, dan filling bakery untuk pabrik makanan, hotel, restoran, serta UMKM kuliner.
Strategi penambahan pendapatan juga dilakukan melalui jalur perdagangan internasional. COCO aktif menjalankan ekspor produk ke sejumlah negara di kawasan Asia, Eropa, Australia, hingga Amerika guna memperluas pasar di luar domestik.
Manajemen dan Kinerja Keuangan
Operasional COCO dipimpin oleh jajaran manajemen yang berasal dari grup usaha Win&Co Group. Struktur kepengurusan perseroan terdiri dari jajaran direksi dan dewan komisaris yang mengawal jalannya strategi ekspansi.
| Nama | Jabatan | Terafiliasi |
|---|---|---|
| Direktur Utama | Ya | Direktur |
| Ya | Direktur | Ya |
| Nama | Jabatan | Independen |
|---|---|---|
| Widjanarko Brotosaputro | Komisaris Utama | Tidak |
| Heru Winato | Komisaris | Ya |
Dari sisi kinerja keuangan, COCO terpantau masih menghadapi tantangan berat. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketatnya persaingan industri makanan serta fluktuasi harga bahan baku kakao di pasar global.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan COCO pada tahun 2025 tercatat sekitar Rp 165 miliar. Angka tersebut menunjukkan kenaikan yang tipis jika dibandingkan dengan perolehan pada tahun sebelumnya.
Meski pendapatan naik tipis, perseroan membukukan rugi bersih pada tahun 2025 sebesar Rp 250,9 billion. Jumlah kerugian ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 yang mencetak kerugian sebesar Rp 52,6 miliar.
Dengan nominal kerugian tersebut, nilai rugi bersih per saham COCO setara dengan Rp 70,48 per lembar saham. Faktor performa keuangan dan keaktifan aksi korporasi ini menjadi poin utama yang terus diperhatikan oleh para investor pasar modal.