Sebuah percakapan pilu di aplikasi WhatsApp mendadak viral di media sosial setelah memperlihatkan interaksi dingin antara seorang ayah dan anak perempuannya. Sang anak mengirim pesan untuk meminta bantuan uang sebesar Rp10 ribu demi membeli nasi karena merasa sangat kelaparan.
Kondisi kesehatannya dikabarkan menurun setelah mengonsumsi mi instan setiap hari selama satu minggu terakhir akibat keterbatasan biaya. Dalam pesannya, ia mengeluhkan perutnya yang terasa sangat perih dan memohon belas kasihan sang ayah agar bisa makan dengan layak.
Penolakan Sang Ayah dengan Alasan Keluarga Baru
Alih-alih merasa iba, sang ayah justru memberikan respons yang sangat mengejutkan dengan menolak memberikan bantuan tersebut. Ia beralasan bahwa saat ini dirinya sudah memiliki kehidupan baru bersama keluarga dan seorang bayi yang menjadi prioritas utamanya.
Sang ayah bahkan menyatakan bahwa ia tidak memiliki dana berlebih karena seluruh uang yang ada harus dialokasikan untuk kebutuhan anaknya yang masih bayi. Ia meminta putrinya untuk tetap bersyukur meskipun hanya bisa makan mi instan setiap hari.
Isi percakapan singkat yang memicu kontroversi tersebut antara lain:
- Permintaan bantuan uang Rp10 ribu dari anak untuk membeli nasi karena sakit perut akibat seminggu makan mi instan.
- Pernyataan ayah yang merasa tanggung jawabnya sudah gugur setelah tidak lagi tinggal satu rumah dengan anaknya.
- Penegasan ayah bahwa biaya kuliah bukan lagi menjadi urusannya karena prioritas finansial beralih ke bayi di keluarga barunya.
- Pesan terakhir sang anak yang mendoakan agar adik bayinya kelak tidak merasakan pahitnya tumbuh tanpa peran seorang ayah.
Meskipun sang anak sempat mengingatkan bahwa dirinya masih merupakan anak kandung yang menjadi tanggung jawabnya, sang ayah tetap bersikukuh pada pendiriannya. Akibat kekecewaan yang mendalam, sang anak akhirnya memutuskan untuk memblokir nomor telepon ayahnya setelah mengirimkan pesan penutup yang menyentuh hati.
Reaksi Publik dan Perdebatan Netizen
Unggahan yang pertama kali muncul di akun Instagram @kegobloganunfaedah ini langsung dibanjiri komentar pedas dari warganet yang geram. Banyak yang mengecam sikap sang pria karena dinilai menelantarkan anak kandungnya sendiri demi memulai hidup baru.
Beberapa netizen bahkan memperingatkan sang ayah agar tidak mencari anaknya kembali di masa tua nanti jika saat ini ia bersikap abai. Mereka menilai tanggung jawab orang tua tidak akan pernah hilang meski terjadi perceraian atau perpisahan rumah.
Berikut adalah ringkasan poin-poin yang menjadi sorotan warganet dalam kasus ini:
| Aspek Sorotan | Tanggapan Netizen |
|---|---|
| Tanggung Jawab Ayah | Banyak yang menilai ayah tidak boleh lepas tangan meski sudah bercerai. |
| Keaslian Konten | Sebagian kecil meragukan keaslian chat dan menduganya sebagai rekayasa demi viral. |
| Kondisi Sang Anak | Publik merasa prihatin dengan kondisi kesehatan anak yang sakit perut karena mi instan. |
Meski memicu kemarahan luas, ada pula sebagian pengguna media sosial yang mempertanyakan validitas tangkapan layar percakapan tersebut. Mereka menduga konten ini sengaja dibuat demi menarik simpati publik atau meningkatkan interaksi di media sosial.
Terlepas dari benar atau tidaknya percakapan itu, kasus ini menjadi refleksi penting mengenai kewajiban moral orang tua terhadap anak. Hingga kini, unggahan tersebut terus dibagikan dan menjadi pengingat tentang dampak psikologis perceraian bagi anak yang ditinggalkan.