Veri AFI Alami Ablasio Retina dan Gangguan Psikosomatis Kronis

Veri AFI Alami Ablasio Retina dan Gangguan Psikosomatis Kronis
Foto: Ilustrasi Veri AFI Alami Ablasio Retina dan Gangguan Psikosomatis Kronis.

Penyanyi Veri Afandi atau yang akrab disapa Veri AFI mengungkapkan kondisi kesehatannya yang memburuk akibat komplikasi penyakit medis dan nonmedis dalam sebuah wawancara pada Senin (13/4/2026). Juara ajang pencarian bakat tersebut kini berjuang melawan gangguan lambung kronis serta kehilangan penglihatan pada mata kirinya.

Kondisi fisik pria kelahiran 7 Januari 1983 ini terlihat mengalami perubahan drastis hingga tampak lebih kurus. Dilansir dari Detik Hot, penurunan berat badan tersebut dipicu oleh penyakit lambung yang memicu munculnya gangguan kecemasan (anxiety) dan psikosomatis selama beberapa waktu terakhir.

Veri menjelaskan bahwa dalam tiga bulan belakangan, ia mengalami kesulitan makan karena rasa mual yang ekstrem. Sensitivitas terhadap aroma makanan membuatnya tidak mampu mengonsumsi asupan nutrisi secara normal hingga menyebabkan tubuhnya melemah.

"Kalau aku sampai kebawa mimpi, sampai cium aroma makanan aja udah enek duluan, sampai benar-benar rasa dada kebakar panas, jangankan makan, minum air putih aja sudah gak bisa, sakit banget," kata Veri AFI kepada Rumpi: No Secret.

Selain masalah pencernaan, Veri juga didiagnosis menderita ablasio retina yang berdampak fatal pada kariernya di bidang desain grafis. Penyakit ini menyebabkan mata bagian kirinya tidak lagi berfungsi untuk melihat, padahal ia sangat bergantung pada penglihatan untuk menjalani profesi barunya tersebut.

Dampak psikologis dari kondisi kesehatan ini membuat Veri membatasi aktivitasnya di dunia maya sejak tahun 2019. Ia memilih mengunci akun Instagram pribadinya dan jarang mengunggah foto wajah karena merasa cemas serta kerap mengalami peretasan pada akun media sosial lainnya.

Kini Veri hanya mengandalkan penglihatan dari satu mata untuk beraktivitas sehari-hari setelah harapannya sebagai desainer grafis terhambat. Ia mengakui bahwa kondisi mentalnya yang sering merasa ketakutan turut memperparah gejala asam lambung yang ia derita.

Artikel terkait

Rekomendasi