PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) membukukan realisasi pembayaran klaim reasuransi senilai Rp 415 miliar sepanjang kuartal I-2026. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 460 miliar sebagaimana dilansir dari Kontan pada Rabu (13/5/2026).
Penurunan nominal klaim tersebut setara dengan tingkat realisasi sebesar 90 persen jika disandingkan dengan perolehan pada kuartal pertama tahun lalu. Penurunan ini didorong oleh kontribusi beberapa lini bisnis utama perusahaan mulai dari segmen harta benda hingga rangka kapal.
Presiden Direktur Tugure, Teguh Budiman menjelaskan bahwa dinamika klaim pada awal tahun ini menunjukkan angka yang lebih rendah. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi stabilitas margin teknis perusahaan.
"Tren klaim reasuransi pada kuartal I tahun 2026 ini lebih rendah jika dibandingkan dengan pencapaian klaim reasuransi pada kuartal I tahun 2025 lalu," ujar Teguh.
Selain penurunan nilai nominal, Tugure melaporkan perbaikan rasio klaim atau loss ratio yang kini berada di level 58,18 persen per Maret 2026. Posisi tersebut lebih rendah dari rasio pada Maret 2025 yang tercatat sebesar 58,72 persen.
"Level di bawah 60% ini masih sangat baik dan terkendali untuk industri reasuransi. Perusahaan berhasil menjaga klaim lebih rendah relatif terhadap premi yang diperoleh, sehingga underwriting result masih positif dan margin teknis cukup sehat," jelas Teguh.
Manajemen menilai hasil kinerja pada awal tahun 2026 sebagai sinyal positif bagi profitabilitas perusahaan secara keseluruhan. Namun, pemantauan ketat tetap dilakukan guna memastikan performa tersebut konsisten hingga akhir tahun buku.
"Tugure juga tetap membuka peluang ekspansi secara selektif, baik di pasar domestik maupun regional, dengan mempertimbangkan profil risiko dan potensi profitabilitas secara hati-hati," tutur Teguh.
Strategi penguatan kualitas underwriting dan optimalisasi portofolio menjadi langkah utama perusahaan dalam menjaga kinerja. Tugure juga berencana meningkatkan kolaborasi dengan berbagai mitra domestik guna memperkuat posisi pasar.