Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyertakan sejumlah pemimpin perusahaan teknologi besar dalam kunjungan kenegaraan ke Beijing untuk menemui Presiden China Xi Jinping pada Kamis (14/5/2026). Pertemuan tingkat tinggi ini dilakukan guna membahas hubungan bilateral di tengah tensi geopolitik dan persaingan dagang yang masih berlangsung.
Dilansir dari Detik iNET, delegasi bisnis yang mendampingi Trump mencakup nama-nama besar seperti Elon Musk dari Tesla, Jensen Huang dari Nvidia, hingga Tim Cook dari Apple. Kehadiran para eksekutif ini bertujuan memperkuat fondasi ekonomi dan menunjukkan iktikad baik sektor swasta Amerika Serikat terhadap pasar China.
Dalam pembukaan agenda formal tersebut, Trump menyampaikan bahwa pemilihan para petinggi industri ini dilakukan secara selektif untuk mewakili kepentingan bisnis terbaik Amerika. Ia menekankan pentingnya kehadiran pemimpin tertinggi dari setiap perusahaan dalam misi diplomatik tersebut.
"Kami punya orang-orang luar biasa dan mereka semua bersama saya," kata Trump seperti dikutip dari CNN.
Kepala negara AS itu menjelaskan bahwa para bos teknologi ini bersedia hadir secara langsung tanpa diwakili oleh jajaran di bawahnya. Hal ini dianggap sebagai bentuk keseriusan dalam menjalin kerja sama internasional.
"Kami meminta 30 orang terbaik di dunia dan semuanya mengatakan ya. Saya tidak mau orang nomor dua atau nomor tiga di perusahaan. Saya hanya mau yang paling atas," ujarnya.
Selain membahas masalah struktural, Trump menyoroti keinginan para pengusaha untuk melihat pertumbuhan perdagangan yang saling menguntungkan. Hubungan ekonomi yang kuat diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kedua negara di masa depan.
"Mereka ada di sini untuk menghormati Anda dan China. Mereka menantikan perdagangan dan bisnis, dan semuanya akan berjalan timbal balik untuk kepentingan kami," kata Trump kepada Xi Jinping.
Pernyataan Trump dalam pertemuan tersebut juga menunjukkan sikap optimis terhadap dinamika hubungan Washington dan Beijing. Ia menyatakan keyakinannya bahwa kemitraan ini dapat mencapai tingkatan yang lebih solid dibandingkan periode-periode sebelumnya.
"Kehormatan bisa bersama Anda. Kehormatan bisa menjadi teman Anda. Hubungan antara China dan Amerika Serikat akan menjadi lebih baik daripada sebelumnya," ujar Trump.
Meskipun mengakui adanya perbedaan pandangan dari berbagai pihak, Trump tetap memberikan apresiasi secara terbuka terhadap kepemimpinan Presiden Xi Jinping. Penilaian tersebut disampaikan sebagai bentuk pengakuan atas stabilitas kepemimpinan di China.
"Saya mengatakan kepada semua orang, Anda pemimpin hebat. Kadang orang tidak suka saya mengatakan itu, tapi saya tetap mengatakannya karena itu benar," katanya.
Sebelum sesi diskusi dimulai, Trump mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Ia secara khusus menceritakan kesannya saat melihat prosesi penyambutan yang melibatkan anak-anak di Beijing.
"Mereka bahagia. Mereka luar biasa. Anak-anak itu luar biasa dan mereka merepresentasikan banyak hal," ujar Trump.
Kunjungan ini dipandang krusial mengingat China memegang peran vital bagi perusahaan AS, seperti posisi Tesla yang bergantung pada pabrik di Shanghai dan Apple yang menjadikan China basis rantai pasok utama. Sementara itu, Nvidia terus berupaya menavigasi kebijakan pembatasan ekspor chip kecerdasan buatan ke wilayah tersebut.