Panggung kompetisi babak Top 11 The Icon Indonesia yang berlangsung pada 25 Mei 2026 di Jakarta menjadi saksi persaingan sengit para talenta muda. Acara yang disiarkan oleh SCTV dan Vidio ini menampilkan performa luar biasa dari para kontestan yang memperebutkan posisi sebagai ikon musik pop masa depan.
Keseruan babak ini semakin terasa dengan kehadiran juri lintas generasi yang sangat kompeten di bidangnya. Mereka adalah musisi legendaris Ahmad Dhani, diva pop Titi DJ, penyanyi solo kenamaan Afgan, serta musisi berbakat Ardhito Pramono.
Dominasi Felicia dan Sheera di Atas Panggung
Felicia kontestan asal Tangerang dipercaya menjadi pembuka babak Top 11 dengan membawakan lagu hits milik Cakra Khan yang berjudul “Harus Terpisah”. Penampilan tersebut langsung mencuri perhatian karena dibawakan dengan penuh penjiwaan namun tetap memiliki kekuatan vokal yang stabil.
Berkat aksinya yang memukau, keempat juri tidak ragu untuk memberikan apresiasi tertinggi berupa standing ovation. Titi DJ pun memuji kemampuan Felicia dalam memberikan sentuhan ornamen musik yang membuat lagu tersebut terdengar lebih indah di telinga pendengar.
Penyanyi Afgan juga memberikan komentar positif terhadap kematangan teknik vokal yang ditunjukkan oleh kontestan asal Tangerang tersebut. Menurut Afgan, Felicia selalu berhasil tampil konsisten dan menunjukkan perkembangan yang sangat matang setiap pekannya di panggung The Icon Indonesia.
Selain Felicia, kontestan lain yang berhasil mengguncang panggung adalah Sheera yang berasal dari Bali. Sheera memilih untuk membawakan lagu legendaris dari grup band Kotak yang berjudul “Pelan-Pelan Saja” dengan aransemen yang menyegarkan.
Karakter unik serta musikalitas yang beragam yang ditampilkan Sheera membuatnya mendapatkan apresiasi serupa yakni standing ovation dari seluruh juri. Titi DJ bahkan menyebutkan bahwa aksi panggung kali ini merupakan penampilan terbaik yang pernah diberikan Sheera selama kompetisi berlangsung.
Penampilan Peserta Lain dan Catatan Penting Juri
Suasana kompetisi semakin memanas ketika Alvian yang berasal dari Ambon melantunkan lagu klasik dari mendiang Chrisye berjudul “Panah Asmara”. Lagu yang juga pernah dipopulerkan kembali oleh Afgan ini dibawakan dengan gaya yang sangat personal oleh Alvian.
Afgan sebagai salah satu juri sekaligus penyanyi yang pernah membawakan lagu tersebut mengaku sangat menikmati interpretasi Alvian. Ia menilai Alvian berhasil membawakan lagu itu dengan gayanya sendiri tanpa harus terbayangi oleh penyanyi aslinya.
Selanjutnya ada Aisyah perwakilan dari Jakarta yang membawakan soundtrack film animasi Jumbo berjudul “Selalu Ada Di Nadimu”. Lagu yang aslinya dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari (BCL) ini diakui memiliki tingkat kesulitan teknis yang cukup tinggi bagi para penyanyi.
Meski tampil berani, para juri memberikan catatan mengenai pentingnya strategi latihan yang lebih matang untuk lagu-lagu sulit. Juri menilai potensi Aisyah sebenarnya sangat besar jika ia mampu lebih menguasai detail teknis saat berada di bawah tekanan panggung besar.
Berikut adalah rangkuman performa beberapa kontestan di babak Top 11 The Icon Indonesia:
- Felicia (Tangerang): Membawakan lagu "Harus Terpisah" dan meraih standing ovation penuh berkat vokal yang matang.
- Sheera (Bali): Tampil memikat dengan lagu "Pelan-Pelan Saja" yang disebut sebagai performa terbaiknya sejauh ini.
- Alvian (Ambon): Sukses memberikan warna baru pada lagu "Panah Asmara" milik Chrisye.
- Aisyah (Jakarta): Menantang diri dengan lagu "Selalu Ada Di Nadimu" meskipun mendapatkan catatan kritis dari juri.
- Diva (Semarang): Berhasil menguasai lagu sulit "Mahadaya Cinta" dengan karakter suara yang dianggap komersial.
Daftar penampilan di atas menunjukkan betapa tingginya standar kualitas yang harus dipenuhi oleh para peserta agar tetap bertahan. Setiap kontestan membawa keunikan masing-masing yang membuat persaingan di babak ini menjadi tontonan yang sangat menarik bagi masyarakat.
Sorotan Untuk Diva dan Penentuan Nasib Kontestan
Diva kontestan asal Semarang juga tidak kalah bersinar saat membawakan lagu fenomenal milik Krisdayanti yang berjudul “Mahadaya Cinta”. Meskipun lagu tersebut memiliki transisi nada yang rumit, Diva dianggap sukses menaklukkan tantangan tersebut dengan cara yang menarik.
Titi DJ mengaku kagum dengan keberanian Diva menyisipkan nada-nada baru dalam penampilannya malam itu. Walaupun tidak selalu menggunakan kekuatan vokal yang meledak-ledak, namun aransemen yang dibawakannya dinilai sangat estetis dan nyaman untuk dinikmati.
Ahmad Dhani yang dikenal cukup kritis juga memberikan pujian hangat terhadap karakter vokal yang dimiliki oleh Diva. Menurut pentolan Dewa 19 tersebut, Diva memiliki jenis suara yang komersial sehingga akan selalu terdengar enak apa pun jenis lagu yang ia bawakan.
Informasi Mengenai Status Kontestan di Akhir Babak Top 11:
| Status Kontestan | Nama Kontestan dan Asal Daerah |
|---|---|
| Aman (Lanjut ke Top 10) | Felicia (Tangerang), Sheera (Bali), Alvian (Ambon), Diva (Semarang) |
| Zona Merah (Diselamatkan Juri) | Queen (Ambon), Silvia (Bandung) |
| Tereliminasi (Tersingkir) | Aisyah (Jakarta) |
Tabel tersebut merinci nasib para kontestan setelah melalui penilaian juri dan hasil dukungan pemirsa. Sangat disayangkan perjalanan Aisyah harus terhenti di babak ini setelah juri memilih untuk menyelamatkan Queen dan Silvia.
Babak kompetisi akan terus berlanjut ke tahap yang lebih krusial yaitu Top 10 Final The Icon Indonesia. Dukungan dari penggemar sangat menentukan nasib para peserta melalui pemberian virtual gift yang tersedia secara resmi di aplikasi Vidio.
Jangan lewatkan keseruan babak selanjutnya yang akan ditayangkan secara langsung pada hari Selasa, 2 Juni 2026. Acara ini akan tetap menghibur pemirsa setianya mulai pukul 21.15 WIB hanya di layar kaca SCTV.