Hasil undian babak grup Piala Asia 2027 menempatkan Timnas Indonesia dalam situasi yang sangat menantang. Skuad Garuda dipastikan bergabung dalam grup yang dihuni oleh kekuatan sepak bola terbesar di Benua Kuning.
Seperti dikutip dari Suara, pengundian yang berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, mempertemukan Indonesia dengan raksasa Jepang dan juara bertahan dalam dua edisi terakhir, Qatar. Selain kedua tim tangguh tersebut, Thailand yang merupakan rival abadi di Asia Tenggara juga berada di grup yang sama.
Masuknya tim asuhan John Herdman ke dalam kelompok ini memang sudah diperkirakan sebelumnya lantaran Indonesia menempati Pot 4 dalam pembagian unggulan. Posisi tersebut memperbesar risiko bagi Merah Putih untuk berhadapan langsung dengan tim-tim elite Asia sejak fase awal.
Jepang saat ini memegang status sebagai negara dengan peringkat FIFA tertinggi di Asia, menjadikannya lawan paling diunggulkan di grup ini. Sementara itu, Qatar datang membawa reputasi mentereng setelah berhasil mempertahankan gelar juara di dua turnamen sebelumnya.
Di sisi lain, Thailand merupakan lawan yang sudah sangat akrab dengan gaya permainan Indonesia. Sebagai sesama wakil Asia Tenggara, tim berjuluk Gajah Perang tersebut memiliki pemahaman mendalam mengenai kekuatan serta kelemahan pasukan John Herdman.
Meskipun berada di grup yang sering disebut sebagai grup neraka, harapan bagi Indonesia untuk melangkah ke fase gugur tetap terbuka. Jalur peringkat ketiga terbaik menjadi target realistis yang bisa diincar untuk bisa menembus babak 16 besar.
Upaya Mengulang Sejarah di Arab Saudi
Skenario melalui jalur peringkat ketiga terbaik bukanlah hal baru bagi Timnas Indonesia. Pada edisi sebelumnya, strategi serupa berhasil membawa Skuad Garuda mengukir sejarah dengan lolos dari fase grup untuk pertama kalinya.
Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi mulai tanggal 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Persiapan matang dan evaluasi menyeluruh menjadi hal krusial yang harus dilakukan oleh staf kepelatihan dalam waktu yang tersisa.
Kerja keras di lapangan akan menjadi penentu apakah Indonesia mampu mengulang atau bahkan melampaui prestasi sebelumnya di panggung tertinggi sepak bola Asia tersebut. Fokus utama saat ini tertuju pada kesiapan fisik dan mental pemain menghadapi lawan-lawan dengan level permainan tinggi.