Grup band grindcore legendaris Tengkorak resmi mengakhiri masa hiatus selama hampir sepuluh tahun dengan merilis single baru berjudul Zionist Downfall dalam format CD dan kaset pada akhir April 2026. Peluncuran karya fisik ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta dan Bandung bertepatan dengan momentum Record Store Day 2026.
Karya terbaru dari band yang terbentuk sejak 1993 ini terinspirasi dari eskalasi konflik antara Palestina dan Israel yang marak diberitakan di berbagai media. Sebagaimana dilansir dari Detik Hot, formasi terkini band ini diisi oleh M. Hariadi 'Ombat' Nasution, Yoyok Radianto, Ronie Yuska, Donnirimata, dan Danang Budhiarto.
Vokalis sekaligus penulis lirik Tengkorak, M. Hariadi 'Ombat' Nasution, menjelaskan bahwa lagu ini menjadi sarana bagi para personel untuk menyuarakan aspirasi mengenai kemanusiaan. Proses kreatif liriknya dimulai dari narasi lisan sebelum dikembangkan menjadi komposisi musik utuh.
"Kita memang tidak bisa menyerang mereka secara militer. Tapi setidaknya kita bisa menyuarakan aspirasi kita lewat karya. Bahkan, spoken word di lagu itu sebenarnya lebih dulu ada ketimbang lirik dan lagunya sendiri," ucap Ombat, Vokalis Tengkorak.
Dalam proses perekaman, terdapat keterlibatan tidak terencana dari putri Ombat yang bernama Sofia. Siswi sekolah menengah pertama tersebut secara spontan mengisi vokal latar pada salah satu bagian lagu saat proses pengambilan suara berlangsung.
"Jadi waktu take vokal di kamar, Sofia tiba-tiba masuk. Yah, namanya anak kecil, terus dia teriak Zionist Downfall di salah satu part lagu," kata Ombat, Vokalis Tengkorak.
Produksi rilisan fisik ini ditangani oleh ZimZum Entertainment dengan jumlah yang terbatas sebagai upaya menjaga kelestarian format kaset dan CD. Pendiri ZimZum Entertainment, Hardy, menyatakan bahwa jadwal rilis sengaja disesuaikan dengan agenda perayaan musik internasional.
"Rencananya rilisan fisik ini dirilis 11 April, yang bertepatan tanggal lahir bang Ombat. Jadi, rilisan ini semacam hadiah saya untuk beliau. Sehubung di bulan yang sama juga terdapat perayaan Record Store Day di seluruh dunia, jadi kami alihkan momentumnya," ucap Hardy, Pendiri ZimZum Entertainment.
Hardy, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai manajer band tersebut selama delapan tahun, menegaskan bahwa produksi ini tidak dilakukan secara masif. Langkah tersebut diambil guna memperkuat nilai eksklusivitas bagi para kolektor musik.
"Sebenarnya adanya CD dan kaset ini bagian upaya kami untuk melestarikan format fisik tetap ada. Makanya rilisan ini juga tidak dibuat masif alias terbatas," tambah Hardy, Pendiri ZimZum Entertainment.