Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Sesuai Tuntunan

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Sesuai Tuntunan
Foto: Ilustrasi Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Sesuai Tuntunan.
Panduan ini akan membantu Anda memahami tata cara mandi wajib atau mandi junub setelah berhubungan suami istri untuk mensucikan diri dari hadas besar sehingga sah dalam menjalankan ibadah.

Peringatan: Orang yang sedang dalam keadaan junub dimakruhkan untuk makan, minum, tidur, atau mengulangi persetubuhan sebelum beristinja dan berwudhu, meskipun belum melakukan mandi wajib secara keseluruhan.

Yang Dibutuhkan:

  • Air bersih yang suci dan mensucikan.
  • Sabun atau pembersih lainnya.

Tata Cara Mandi Wajib:

  1. Membaca niat mandi wajib setelah berhubungan: Ucapkan dalam hati atau lisan niat berikut:
    ┘å┘Ä┘ê┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘ŠϺ┘ä┘ÆÏ║┘ÅÏ│┘Æ┘ä┘Ä ┘ä┘ÉÏ▒┘Ä┘ü┘ÆÏ╣┘É Ïº┘Æ┘äÏ¡┘ÄÏ»┘ÄϽ┘É Ïº┘Æ┘äÏú┘Ä┘â┘ÆÏ¿┘ÄÏ▒┘É ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘Æ┘ä┘Éϼ┘å┘ÄϺϿ┘ÄÏ®┘É ┘ü┘ÄÏ▒┘ÆÏÂ┘ïϺ ┘ä┘É┘ä┘ç┘É Ï¬┘ÄÏ╣┘ÄϺ┘ä┘Ä┘ë
    Nawaitul ghusla li raf'il hadatsil akbari minal jinaabati fardhan lillahi ta'ala. (Artinya: Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala).
  2. Bersihkan kedua telapak tangan: Lakukan sebanyak tiga kali.
  3. Bersihkan kotoran yang tersembunyi: Gunakan tangan kiri untuk membersihkan area kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan bagian serupa.
  4. Mencuci tangan: Cuci kembali tangan dengan menggosokkannya ke sabun atau tanah.
  5. Berwudhu: Lakukan wudhu seperti tata cara wudhu untuk salat.
  6. Menyela pangkal rambut: Gunakan jari-jari tangan yang telah dibasuh air hingga menyentuh kulit kepala.
  7. Membasuh seluruh tubuh: Siramkan air ke seluruh tubuh yang dimulai dari sisi kanan, kemudian dilanjutkan ke sisi kiri.
  8. Memastikan kebersihan lipatan kulit: Pastikan seluruh lipatan kulit serta bagian tubuh yang tersembunyi ikut terkena air dan dibersihkan.

Setelah Mandi:

Setelah selesai, disunnahkan membaca doa berikut:

Ïú┘ÄÏ┤┘Æ┘ç┘ÄÏ»┘Å Ïú┘Ä┘å┘Æ ┘äϺ┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ç┘Ä ÏÑ┘É┘äϺ┘Ä┘æ Ϻ┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘Å ┘ê┘ÄÏ¡┘ÆÏ»┘Ä┘ç┘Å ┘äϺ┘Ä Ï┤┘ÄÏ▒┘É┘è┘â┘Ä ┘ä┘Ä┘ç┘Å ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏ┤┘Æ┘ç┘ÄÏ»┘Å Ïú┘Ä┘å┘Ä┘æ ┘à┘ÅÏ¡┘Ä┘à┘Ä┘æÏ»┘ïϺ Ï╣┘ÄÏ¿┘ÆÏ»┘Å┘ç┘Å ┘ê┘ÄÏ▒┘ÄÏ│┘Å┘ê┘ä┘Å┘ç┘ŠϺ┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘Å┘à┘Ä┘æ Ϻϼ┘ÆÏ╣┘Ä┘ä┘Æ┘å┘É┘ë ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘äϬ┘Ä┘æ┘ê┘Ä┘æÏºÏ¿┘É┘è┘å┘Ä ┘ê┘ÄϺϼ┘ÆÏ╣┘Ä┘ä┘Æ┘å┘É┘ë ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘à┘ÅϬ┘ÄÏÀ┘Ä┘ç┘É┘æÏ▒┘É┘è┘å┘Ä

Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.

Catatan Penting: Mandi wajib boleh ditunda selama tidak melewati waktu salat. Namun, jika hendak tidur dalam keadaan junub, disarankan untuk membasuh kemaluan dan berwudhu terlebih dahulu.

Artikel terkait

Rekomendasi