KAI Targetkan 18.297 Pekerja Tersertifikasi Kompetensi pada 2026

KAI Targetkan 18.297 Pekerja Tersertifikasi Kompetensi pada 2026
Foto: Ilustrasi KAI Targetkan 18.297 Pekerja Tersertifikasi Kompetensi pada 2026.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menetapkan sasaran sebanyak 18.297 tenaga kerja operasional strategis untuk memiliki sertifikasi kompetensi pada Jumat (8/5/2026). Langkah penguatan kualitas sumber daya manusia ini diambil guna memitigasi risiko kecelakaan dan memastikan keandalan layanan transportasi massal tersebut.

Data yang dilansir dari Money menunjukkan tren kenaikan jumlah personil tersertifikasi secara konsisten sejak 2022. Pada periode tersebut, tercatat 14.150 pekerja memiliki sertifikat, angka yang kemudian tumbuh menjadi 15.983 orang pada 2023, 16.186 orang pada 2024, hingga mencapai 19.167 pekerja pada 2025.

Rincian target personil bersertifikat tahun ini mencakup 4.129 Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), 440 ASP Khusus, 2.260 Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), dan 229 Pengendali Kereta Api. Selain itu, porsi signifikan dialokasikan bagi tenaga perawatan prasarana serta pemeriksa sarana di lapangan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa peningkatan jumlah SDM yang kompeten merupakan pilar utama dalam menjaga operasional harian bagi jutaan pelanggan.

"Pada 2026, KAI menargetkan sebanyak 18.297 pekerja tersertifikasi yang tersebar di berbagai sektor operasional strategis," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Pencapaian standar keselamatan tersebut menurutnya berakar pada kedisiplinan dan kepatuhan petugas terhadap prosedur tetap yang berlaku secara menyeluruh di semua lini operasi.

"Keselamatan perjalanan kereta api dibangun dari kompetensi, ketelitian, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap prosedur operasional yang dijalankan secara konsisten," kata Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Anne menambahkan bahwa seluruh ekosistem perkeretaapian saling terhubung secara detail, mulai dari petugas di kabin lokomotif, pengatur jalur, hingga penjaga perlintasan sebidang yang semuanya memegang peranan krusial.

"Dalam operasional kereta api, keputusan yang diambil petugas harus cepat, tepat, dan sesuai prosedur. Karena itu proses pembentukan kompetensi dilakukan secara berkelanjutan agar setiap petugas siap menghadapi berbagai kondisi operasional di lapangan," jelas Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Perusahaan juga mengombinasikan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan program internal seperti simulasi operasional dan workshop berkala. Selain penguatan SDM, KAI tetap mewaspadai kendala eksternal seperti cuaca ekstrem, vandalisme, dan pelanggaran di perlintasan sebidang melalui kolaborasi dengan berbagai instansi terkait.

"Setiap perjalanan kereta api yang berjalan aman sesungguhnya dijaga oleh banyak Insan yang bekerja penuh disiplin selama 24 jam," tutup Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Artikel terkait

Rekomendasi