Pendekatan berbasis komunitas dinilai menjadi elemen krusial dalam memperluas jangkauan produk kesehatan yang mengandalkan pengalaman personal konsumen. Seperti dilansir dari Investor Daily, hal ini dibuktikan oleh keberhasilan jaringan distribusi produk herbal lokal dalam menyasar pasar yang lebih luas.
Distributor nasional Kutus Kutus, Suprapti Ismail, membagikan pengalamannya dalam mengembangan produk herbal tersebut dari skala kecil hingga menembus pasar nasional. Penjelasan ini ia sampaikan dalam agenda komunitas Birth Club Maret 2024 yang digelar bersama MomsMills BirthClub di Jakarta.
ÔÇ£Yang kami bangun bukan hanya penjualan produk, tapi hubungan dan pengalaman,ÔÇØ ujarnya.
Langkah taktis yang dijalankan oleh mitra distribusinya tersebut mendapat apresiasi langsung dari manajemen pusat. Pemilik Kutus Kutus, Fazli Hasniel Sugiharto, menyatakan bahwa pihaknya terus mendorong para distributor untuk mengutamakan pendekatan personal yang konsisten.
ÔÇ£Tante Prapti sangat ulet dan konsisten sehingga bisa menjadi role model. Saya terus mendorong beliau bergerak seperti ini,ÔÇØ katanya.
Perjalanan bisnis Suprapti bermula dari pengalaman pribadi pada tahun 2015 ketika ia mengalami keluhan kesehatan pada lengan yang mengganggu aktivitas harian. Atas saran dari kerabat suaminya, ia kemudian mencoba menggunakan Balur Kutus Kutus untuk membantu memulihkan kondisinya.
ÔÇ£Awalnya saya hanya mencoba karena mendapat rekomendasi teman suami. Setelah digunakan rutin, saya merasa lebih nyaman dan kondisi perlahan membaik,ÔÇØ ujarnya.
Dampak positif tersebut memotivasi Suprapti untuk mengambil peluang sebagai pengecer dan mulai mengenalkan manfaat produk kepada jaringan sosial terdekatnya. Bersama sang suami, Hernawan, ia mulai menawarkan produk kesehatan ini ke lingkungan tetangga, komunitas sekolah, hingga rekan kerja di area perkantoran.
Dalam memperkuat kepercayaan pelanggan, Suprapti memanfaatkan grup pesan digital WhatsApp sebagai wadah interaksi aktif. Saluran komunikasi ini berfungsi sebagai ruang diskusi bagi para pengguna untuk saling bertukar informasi dan testimoni pemakaian produk.
Pada masa awal merintis usaha, volume penjualan yang dibukukan baru mencapai kisaran lima sampai sepuluh botol dalam sebulan. Namun, penguatan jaringan komunitas berhasil mendongkrak performa penjualan secara signifikan dan membuka jalur distribusi yang lebih luas.
ÔÇ£Angka 250 botol dalam sebulan selalu menjadi penguat semangat untuk terus meningkatkan omzet. Dari sana, saya mendapat undangan untuk terbang ke Bali guna menyaksikan produksi Kutus Kutus,ÔÇØ tambahnya.
Kini, lini distribusi yang dikelola Suprapti telah merambah ke sektor modern, termasuk bermitra dengan sejumlah ritel kesehatan, gerai kecantikan, hingga platform niaga elektronik. Kendati jangkauan operasionalnya kian meluas, strategi komunikasi personal tetap dipertahankan guna menjaga loyalitas konsumen.
Pola pemasaran berbasis kelompok ini dinilai sangat adaptif terhadap perkembangan tren kesehatan saat ini, khususnya di kalangan ibu muda. Kelompok Birth Club Maret 2024 yang menjadi mitra kegiatan merupakan wadah bagi para ibu dengan anak kelahiran Maret 2024 di bawah naungan MomsMills BirthClub, yang mengoordinasikan sekitar 400 anggota dari pelbagai wilayah di Indonesia.
Bagi Suprapti, ketahanan sebuah bisnis dalam jangka panjang tidak semata-mata bergantung pada keunggulan produk yang ditawarkan. Aspek konsistensi dalam merawat hubungan baik dengan ekosistem komunitas di sekitar tempat usaha menjadi faktor penentu yang tidak kalah penting.
ÔÇ£Yang paling penting itu konsistensi dan menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar kita,ÔÇØ katanya.