Peluncuran game Subnautica 2 langsung mencatatkan angka penjualan yang fantastis saat debut di tahap Early Access pada 14 Mei. Seperti dilansir dari Suara, game ini sukses terjual lebih dari 2 juta kopi di seluruh dunia hanya dalam waktu 12 jam setelah dirilis.
Momentum luar biasa ini terlihat saat akun resmi Subnautica di platform X mengumumkan pencapaian 1 juta kopi pertama mereka. Pengumuman tersebut berhasil didapatkan hanya dalam kurung waktu satu jam sejak resmi diluncurkan.
Antusiasme tinggi dari para pemain juga terlihat dari lonjakan jumlah server yang penuh. Data dari SteamDB menunjukkan bahwa Subnautica 2 mencatatkan jumlah pemain serentak tertinggi di platform Steam yang mencapai 467.582 orang.
Berdasarkan laporan dari Polygon, angka tersebut menempatkan proyek ini sebagai game dengan jumlah pemain aktif tertinggi ke-29 sepanjang sejarah platform milik Valve. Pengembang Unknown Worlds mengonfirmasi total pemain aktif secara bersamaan telah menembus 651.000 orang jika digabungkan dengan platform Xbox Game Preview dan Epic Games Store.
Saat ini permainan tersebut telah mengantongi lebih dari 12.500 ulasan dari pengguna dengan predikat "Sangat Positif" di Steam. Namun, di balik kesuksesan yang gemilang ini, terdapat drama internal yang sempat mengancam masa depan proyek.
Siklus pengembangan Subnautica 2 sempat mengalami hambatan akibat perselisihan hukum antara pihak pengembang Unknown Worlds dengan penerbit asal Korea Selatan, Krafton. Tahun lalu, Krafton secara mengejutkan memberhentikan jajaran pimpinan inti dari studio pengembang.
Pihak yang diberhentikan meliputi CEO Ted Gill serta pendiri Charlie Cleveland dan Max McGuire. Krafton menuduh ketiganya atas "kurangnya kepemimpinan inti" dalam manajemen proyek.
Pihak penerbit juga menyatakan merasa "sangat dikhianati karena kegagalan mereka untuk menghormati kepercayaan yang diberikan kepada mereka oleh para penggemar kami". Pernyataan tersebut memicu ketegangan di antara kedua belah pihak.
Perselisihan kemudian memanas ketika pihak pengembang mengklaim bahwa langkah pemecatan tersebut merupakan taktik kotor dari Krafton. Pihak Unknown Worlds menyebut tindakan itu sengaja dilakukan untuk menunda perilisan game.
Selain itu, langkah tersebut dituduh sebagai upaya menghindari kewajiban membayar bonus performa sebesar 250 juta dolar AS bagi tim pengembang. Beruntung bagi para penggemar, drama hukum tersebut akhirnya berakhir.
Kendali penuh kini telah kembali ke tangan Unknown Worlds yang memegang hak penerbitan secara utuh. Lewat pencapaian jutaan kopi dalam waktu kurang dari sehari, bonus yang sempat diperselisihkan tersebut kini tampaknya sangat mungkin untuk diraih kembali.