Madura Mart Gunakan Strategi Operasional 24 Jam Saingi Minimarket

Madura Mart Gunakan Strategi Operasional 24 Jam Saingi Minimarket
Foto: Ilustrasi Madura Mart Gunakan Strategi Operasional 24 Jam Saingi Minimarket.

Sejumlah toko kelontong yang kini bertransformasi menjadi Madura Mart di kawasan Jakarta Pusat tetap mempertahankan sistem layanan 24 jam dan penjualan eceran untuk bersaing dengan ritel modern pada Rabu (15/4/2026).

Strategi bertahan ini diterapkan guna menyasar segmen pasar masyarakat kelas menengah ke bawah yang membutuhkan fleksibilitas waktu serta kuantitas pembelian barang yang sangat kecil. Dilansir dari Detik Finance, salah satu gerai yang menerapkan konsep ini adalah Madura Mart Al-Mubarokah di Bendungan Hilir.

Pengurus Madura Mart Al-Mubarokah, Jufri, menjelaskan bahwa kemampuan melayani pembelian dalam jumlah sedikit atau sistem 'keteng' menjadi keunggulan utama yang tidak dimiliki oleh jaringan minimarket besar. Pelanggan dapat membeli beras dalam hitungan liter, kopi per saset, hingga rokok batangan sesuai kebutuhan dana mereka.

"Kalau di Madura kan mereka bisa beli sedikit-sedikit, kalau kita bilang keteng lah. Beli rokok di keteng, beli kopi cuma berapa sachet, beras, telur, segala macam. Kan kalau di Alfamart-Indomaret nggak bisa," kata Jufri, Pengurus Madura Mart Al-Mubarokah.

Selain sistem eceran, ketersediaan kantong plastik secara gratis juga menjadi daya tarik yang signifikan bagi konsumen di tengah pengetatan aturan penggunaan plastik di ritel modern. Jufri mengungkapkan banyak pembeli yang datang untuk bertransaksi dalam nilai kecil hanya demi mendapatkan kantong plastik tersebut.

Operasional penuh selama 24 jam setiap hari turut menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan bisnis ini di kota besar seperti Jakarta. Layanan ini terutama dimanfaatkan oleh para pedagang makanan yang harus berbelanja bahan baku sembako pada dini hari untuk persiapan dagangan pagi hari.

Fenomena munculnya Madura Mart ini menunjukkan upaya adaptasi toko kelontong tradisional dalam menghadapi ekspansi jaringan waralaba besar dengan tetap membawa ciri khas layanan personal. Kehadiran unit usaha ini dinilai melengkapi kebutuhan masyarakat yang sering kali tidak terakomodasi oleh standar operasional gerai ritel modern.

Artikel terkait

Rekomendasi