Produsen sepatu lokal asal Surabaya, Stradenine, memberikan klarifikasi terkait dugaan keterlibatan mereka dalam proyek pengadaan sepatu program Sekolah Rakyat tahun 2025. Pihak manajemen menegaskan tidak pernah menerima pesanan atau terlibat dalam proses pengadaan tersebut meskipun produk mereka muncul dalam dokumentasi seremonial.
Isu ini mencuat setelah publik menyoroti anggaran pengadaan sepatu yang dilaporkan mencapai Rp27,5 miliar untuk 39.345 pasang sepatu. Berdasarkan data tersebut, harga per pasang sepatu diperkirakan menyentuh angka Rp700 ribu, sebuah nominal yang memicu polemik di media sosial karena dinilai tidak wajar bagi kebutuhan siswa sekolah.
Keterlibatan nama Stradenine bermula dari foto dokumentasi saat Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengenakan sepatu kepada siswa. Dilansir dari Suara, manajemen Stradenine segera merilis pernyataan resmi guna meluruskan persepsi publik yang berkembang di berbagai platform digital.
"Untuk meluruskan situasi ini, kami perlu menyampaikan beberapa hal penting: 1. Foto produk yang beredar di pemberitaan memang merupakan salah satu artikel kami dengan harga Rp179.900," bunyi klarifikasi Stradenine, Manajemen Stradenine.
Pernyataan tersebut menekankan adanya selisih yang signifikan antara harga pasar produk mereka dengan dugaan nilai proyek yang beredar. Pihak brand juga menegaskan posisi hukum dan administratif mereka terkait proyek pemerintah tersebut.
"2. Stradenine tidak pernah terlibat, mengetahui, atau menerima pesanan secara langsung dalam pengadaan sepatu yang sedang diberitakan," tandasnya lagi, Manajemen Stradenine.
Pemilik Stradenine, Reynaldi Kurniawan Daud, turut memberikan penjelasan tambahan melalui akun media sosial pribadinya untuk memperkuat pernyataan perusahaan. Ia mengonfirmasi identitas brand yang dipimpinnya sebagai usaha rintisan asal Jawa Timur.
"Hello, X! Perkenalkan aku Reynaldi. Owner dari brand Stradenine, brand lokal asli Surabaya," tulis Reynaldi, Pemilik Stradenine.
Reynaldi mengakui bahwa sorotan publik terhadap brand miliknya meningkat tajam dalam waktu singkat akibat pemberitaan proyek tersebut. Ia merasa perlu memberikan batasan yang jelas antara produk yang diproduksi secara massal dengan kebijakan pengadaan oleh pihak ketiga.
"Hari ini nama Stradenine mendadak ramai diperbincangkan terkait berita yang beredar. Maka dari itu ada beberapa hal yang kami perlu luruskan," lanjutnya, Pemilik Stradenine.
Stradenine sendiri merupakan merek alas kaki yang didirikan pada tahun 2021 dengan fokus pada gaya hidup anak muda. Perusahaan ini memposisikan diri di pasar dengan rentang harga kompetitif antara Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per pasang guna menjangkau segmen pasar yang lebih luas di Indonesia.