Starbucks memberhentikan sekitar 300 karyawan di kantor pusat Amerika Serikat dan kantor pendukung regional pada Jumat pagi, (15/5), sebagai langkah strategis perusahaan. Keputusan ini diambil saat raksasa kopi tersebut berupaya memperbaiki struktur keuangan agar lebih efisien dan menguntungkan secara berkelanjutan.
Langkah restrukturisasi ini mencakup pengkonsolidasian serta penutupan sejumlah kantor pendukung regional di beberapa kota besar. Lokasi yang terdampak penutupan tersebut meliputi kantor di Atlanta, Burbank, Chicago, dan Dallas, sebagaimana dilansir dari Internasional.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa efisiensi ini merupakan bagian dari misi besar untuk mempertajam prioritas kerja dan menurunkan beban biaya operasional. Meski terjadi pengurangan staf di tingkat korporasi, perusahaan memastikan bahwa kebijakan pemangkasan ini tidak akan memberikan dampak pada operasional kedai kopi maupun pelayanan pelanggan.
"pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan," demikian diumumkan perusahaan pada Jumat pagi, (15/5).
Perusahaan saat ini juga tengah melakukan tinjauan mendalam terhadap organisasi pendukung di level internasional. Starbucks memproyeksikan potensi adanya pemutusan hubungan kerja tambahan yang menyasar unit bisnis di luar wilayah Amerika Serikat dalam waktu dekat.
Beban operasional Starbucks tercatat mengalami peningkatan dalam beberapa kuartal terakhir seiring upaya CEO Brian Niccol memulihkan kinerja. Strategi pemulihan ini mencakup investasi besar pada penambahan jumlah staf barista di berbagai gerai guna meningkatkan kualitas layanan.
Bulan lalu, manajemen mencatat pertumbuhan penjualan terkuat dalam dua tahun terakhir sebagai sinyal positif pemulihan kinerja. Namun, margin laba operasional dilaporkan menyusut hampir separuhnya sejak proses transformasi dimulai pada akhir tahun 2024 lalu.
Estimasi biaya pesangon bagi karyawan yang terdampak pemecatan kali ini diprediksi mencapai angka US$120 juta. Selain itu, Starbucks akan melakukan penurunan nilai buku properti sebesar US$280 juta, terutama pada lokasi cadangan, fasilitas pemanggangan kopi, dan unit non-ritel lainnya.
Sebagai bagian dari rencana ekspansi, Starbucks telah mengumumkan investasi sebesar US$100 juta untuk wilayah Tenggara Amerika Serikat. Proyek ini mencakup pembangunan kantor pusat baru di Nashville, Tennessee, yang ditargetkan mampu menyerap 2.000 tenaga kerja dalam periode lima tahun.
Di sisi lain, terdapat skema insentif bagi para eksekutif puncak yang telah disetujui oleh dewan perusahaan pada musim panas lalu. Pimpinan perusahaan berpeluang mendapatkan penghargaan senilai US$6 juta jika target efisiensi biaya tertentu berhasil dicapai pada tahun 2027.
Gelombang PHK ini menambah daftar pengurangan karyawan yang terjadi sejak dimulainya fase pemulihan perusahaan. Sebelumnya, Starbucks juga telah merumahkan sebanyak 1.100 staf korporasi pada Februari tahun lalu sebagai bagian dari penyesuaian organisasi.