Perusahaan antariksa SpaceX milik Elon Musk bersiap melakukan penawaran umum perdana (IPO) di bursa Nasdaq setelah para pemegang saham menyetujui aksi pemecahan saham dengan rasio 5 banding 1 untuk memperluas akses bagi para investor.
Langkah korporasi tersebut diambil berdasarkan rekomendasi dewan perusahaan sebagaimana dilansir dari Internasional. Penyesuaian ini membuat nilai wajar saham SpaceX berubah dari kisaran US$ 526,59 menjadi sekitar US$ 105,32 per lembar saham setelah pemecahan dilakukan.
"Menyetujui pemecahan saham 5 banding 1," kata pemegang saham dalam penegasan singkat mengenai keputusan tersebut.
Pelaksanaan IPO dengan target ticker SPCX ini dilaporkan sedang dipercepat dari jadwal semula. Proses roadshow perusahaan direncanakan mulai awal Juni 2026, sedangkan penawaran saham akan berlangsung pada pertengahan bulan tersebut berkat percepatan proses di Securities and Exchange Commission.
Aksi korporasi SpaceX ini menjadi salah satu penawaran saham yang paling dinantikan di pasar modal global. Perusahaan membidik target valuasi hingga US$ 1,75 triliun dengan potensi penghimpunan dana segar mencapai US$ 75 miliar.
Sejumlah bank investasi raksasa di Wall Street bertindak sebagai penjamin emisi utama untuk mendukung peluncuran saham ini. Beberapa di antaranya meliputi Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup, JPMorgan, dan Goldman Sachs.
Langkah strategis dari SpaceX ini sekaligus menjadi ujian penting bagi pasar IPO global. Momentum ini hadir di tengah pulihnya minat pasar terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) dan teknologi setelah sempat melambat akibat volatilitas ekonomi.