Proyek serial live-action terbaru Spider-Noir dari semesta Spider-Verse milik Sony bersiap menyajikan tayangan berbeda dengan mengangkat tema detektif klasik. Dilansir dari Detikcom pada Jumat (15/5/2026), tayangan sepanjang delapan episode ini mengeksplorasi atmosfer Kota New York era 1930-an yang kelam dan sinis.
Kreator sekaligus co-showrunner serial ini, Oren Uziel, menjelaskan bahwa proyek tersebut bermula dari diskusi awal dengan aktor utama. Gagasan itu muncul saat mereka membayangkan penggabungan karakter pahlawan super dengan gaya sinema klasik.
"How if we make a movie like Humphrey Bogart, but it happens that Bogart in the movie is Spider-Man?" kata Oren Uziel, Kreator dan Co-Showrunner.
Pendalaman karakter Ben Reilly dilakukan oleh Nicolas Cage dengan mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh gangster ikonik serta tokoh animasi lawas. Morris selaku pemeran jurnalis Robbie Robertson memaparkan bahwa pendekatan yang dilakukan sang aktor utama sangat berbeda dibanding adaptasi pahlawan laba-laba lainnya.
"Nic's approach is very unique. His character is a spider trying to learn to be human. While other versions of Spider-Man are the opposite-a human who becomes a spider," jelas Morris, Aktor.
Nuansa baru sinema ini dikonfirmasi oleh co-showrunner Steve Lightfoot yang menjanjikan pengalaman berbeda bagi penonton. Kehadiran aktor senior Brendan Gleeson yang memerankan bos mafia Silvermane sebagai antagonis utama turut memberi warna dalam dinamika produksi.
"Working with Nic is so much fun. Every time you throw a dialogue bait, he will return it with an effect that is twice as great," ujar Brendan Gleeson, Aktor.
Aktor lain seperti Lucas Shaw dan Jack Huston turut memberikan apresiasi terhadap hasil akhir produksi ini. Mereka menilai tayangan tersebut berhasil menyajikan karakter pahlawan dewasa yang tangguh dengan batasan moral yang puitis.