Siloam Bukukan Laba Bersih Rp 1,1 Triliun pada Tahun Buku 2025

Siloam Bukukan Laba Bersih Rp 1,1 Triliun pada Tahun Buku 2025
Foto: Ilustrasi Siloam Bukukan Laba Bersih Rp 1,1 Triliun pada Tahun Buku 2025.

PT Siloam International Hospitals Tbk (Siloam) resmi melaporkan pencapaian laba bersih senilai Rp 1,1 triliun sepanjang tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (14/5/2026). Perolehan tersebut menandai pertumbuhan laba sebesar 22,5 persen secara tahunan di tengah transformasi strategi perusahaan.

Pertumbuhan positif ini juga terlihat pada total pendapatan perseroan yang mencapai Rp 12,8 triliun atau naik 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, EBITDA Siloam tercatat berada di angka Rp 2,8 triliun, mengalami kenaikan sebesar 18,3 persen sebagaimana dilansir dari Detik Health.

Presiden Direktur Siloam, David Utama, menjelaskan bahwa capaian operasional dan finansial yang kuat ini didukung oleh penerapan strategi arsitektur yang menyelaraskan kemampuan klinis dengan alokasi modal di seluruh jaringan rumah sakit.

"Kami dengan bangga melaporkan kinerja operasional dan keuangan yang kuat selama periode ini, didorong oleh implementasi strategi archetype, yang memungkinkan penyelarasan yang lebih kuat antara kemampuan klinis, alokasi modal, dan sumber daya operasional di seluruh Network kami. Ini menandai awal dari transformasi yang lebih luas, sejalan dengan visi kami untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi dan mudah dijangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujar David Utama, Presiden Direktur Siloam.

David menegaskan komitmen perusahaan dalam mengembangkan inovasi layanan melalui inisiatif Next Gen Siloam (NGS). Program ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas jangka panjang sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pengobatan di luar negeri melalui investasi teknologi medis terkini.

"Network Premium kami berfokus pada penguatan keunggulan klinis melalui kolaborasi dengan rumah sakit terkemuka di tingkat global, peningkatan pengalaman pasien, serta investasi berkelanjutan dalam teknologi medis canggih. Sementara itu, Network Value Seeker berfokus pada keunggulan operasional, aksesibilitas, dan jangkauan layanan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia," paparnya David Utama, Presiden Direktur Siloam.

Meskipun mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan, RUPST memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Seluruh laba bersih yang diraih akan dialokasikan sebagai laba ditahan demi memperkuat struktur permodalan perusahaan ke depan.

Dalam upaya ekspansi, Siloam telah mengoperasikan Mochtar Riady Center for Advanced Care (MRCAC) di Surabaya dan melakukan perluasan layanan di Makassar. Fasilitas di Makassar kini dilengkapi dengan teknologi CT-LINAC terintegrasi pertama di Asia Tenggara untuk mendukung layanan onkologi presisi.

Rapat tersebut juga mengesahkan susunan pengurus baru perusahaan. Nama Yasonna H. Laoly ditunjuk sebagai Presiden Komisaris merangkap Komisaris Independen, sementara Bambang Soesatyo turut menjabat sebagai Komisaris Independen.

JabatanNama Pengurus
Presiden DirekturDavid Utama
DirekturAtiff Ibrahim Gill
DirekturBenny Haryanto Djie
DirekturGabriele Isacco Tironi
DirekturPhua Meng Kuan (Daniel Phua)
DirekturRichard Kidarsa
DirekturSurya Tatang
Presiden KomisarisDr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc.
KomisarisAndy Nugroho Purwohardono
KomisarisSigit Prasetya
Komisaris IndependenJames Tobias Hall
Komisaris IndependenDr. H. Bambang Soesatyo, S.E., S.H., M.H., M.B.A.

Artikel terkait

Rekomendasi