Umat Islam Disarankan Shalat Safar Sebelum Berangkat Haji

Umat Islam Disarankan Shalat Safar Sebelum Berangkat Haji
Foto: Ilustrasi Umat Islam Disarankan Shalat Safar Sebelum Berangkat Haji.

Ibadah haji menuju Tanah Suci bagi umat Islam bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah transformasi spiritual yang mendalam. Di samping persiapan logistik dan kesehatan, terdapat amalan batin yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum memulai perjalanan panjang tersebut, yakni shalat safar.

Dilansir dari Cahaya, shalat safar merupakan ibadah sunnah dua rakaat sebagai bentuk penyerahan diri dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Amalan ini menjadi penguat niat bagi calon jemaah sebelum menapaki langkah menuju Makkah untuk meraih ampunan dan keberkahan.

Shalat safar dikerjakan saat seseorang hendak memulai perjalanan atau sesudah kembali dari bepergian. Hal ini sesuai dengan penjelasan dalam buku Panduan Doa dan Dzikir Haji dan Umrah karya Deden Hafid Usman dkk., yang menyebutkan ibadah ini bertujuan memohon keselamatan selama di jalan.

Anjuran melakukan shalat dua rakaat ini bersandar pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Hadis tersebut menegaskan bahwa mendirikan shalat sebelum meninggalkan rumah dapat menjaga seseorang dari berbagai keburukan yang mungkin ditemui.

Sayyid Sabiq dalam kitab Fikih Sunnah menguraikan bahwa shalat ini mengandung nilai tawakal yang tinggi. Dengan mendirikannya, seorang hamba memperkuat hubungannya dengan Sang Pencipta sebelum menghadapi tantangan di perjalanan jauh.

Panduan Niat dan Tata Cara Pelaksanaan

Pelaksanaan shalat safar secara teknis serupa dengan shalat sunnah lainnya yang terdiri dari dua rakaat. Ibadah ini diawali dengan niat yang menjadi fondasi bahwa perjalanan tersebut diniatkan sepenuhnya untuk mencari ridha Allah SWT.

Lafal niat shalat safar dua rakaat adalah sebagai berikut:

Ïú┘ÅÏÁ┘Ä┘ä┘É┘æ┘è Ï│┘Å┘å┘Ä┘æÏ®┘Ä Ïº┘äÏ│┘Ä┘æ┘ü┘ÄÏ▒┘É Ï▒┘Ä┘â┘ÆÏ╣┘ÄϬ┘Ä┘è┘Æ┘å┘É ┘ä┘É┘ä┘Ä┘æ┘ç┘É Ï¬┘ÄÏ╣┘ÄϺ┘ä┘Ä┘ë

Artinya: "Aku niat shalat sunnah safar dua rakaat karena Allah TaÔÇÖala."

Setelah takbiratul ihram, pada rakaat pertama dianjurkan untuk membaca Surah Al-Kafirun setelah Al-Fatihah. Kemudian pada rakaat kedua, jemaah disarankan membaca Surah Al-Ikhlas sebagai penutup bacaan surah pendek.

Menurut kajian tafsir Ibnu Katsir, kombinasi kedua surah ini melambangkan keteguhan tauhid dan kemurnian iman. Hal ini selaras dengan tujuan haji yang merupakan puncak pengabdian seorang muslim kepada Allah SWT.

Rangkaian Doa Sebelum Menuju Tanah Suci

Penyempurna ibadah ini adalah doa yang dipanjatkan setelah salam. Doa tersebut mencerminkan ketergantungan manusia terhadap perlindungan Tuhan agar dijauhkan dari segala kesulitan selama beribadah di Tanah Suci.

Teks doa setelah shalat safar:

Ϻ┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘Å┘à┘Ä┘æ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘è┘Æ┘â┘Ä Ï¬┘Ä┘ê┘Äϼ┘Ä┘æ┘ç┘ÆÏ¬┘Å ┘ê┘ÄÏ¿┘É┘â┘Ä ÏºÏ╣┘ÆÏ¬┘ÄÏÁ┘Ä┘à┘ÆÏ¬┘ÅÏî Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä Ïº┘â┘Æ┘ü┘É┘å┘É┘è ┘à┘ÄϺ ┘ç┘Ä┘à┘æ┘Ä┘å┘É┘è ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ ┘ä┘ÄϺ Ïú┘Ä┘ç┘ÆÏ¬┘Ä┘à┘æ┘Å ┘ä┘Ä┘ç┘ÅÏî Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä Ï▓┘Ä┘ê┘æ┘ÉÏ»┘Æ┘å┘É┘è Ϻ┘äϬ┘æ┘Ä┘é┘Æ┘ê┘Ä┘ë ┘ê┘ÄϺÏ║┘Æ┘ü┘ÉÏ▒┘Æ ┘ä┘É┘è Ï░┘Ä┘å┘ÆÏ¿┘É┘è

Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga menganjurkan sejumlah doa lainnya yang meliputi doa saat keluar rumah hingga saat berada di kendaraan. Doa saat keluar rumah berisi kalimat tawakal untuk memohon kekuatan dan perlindungan mutlak.

Ï¿┘ÉÏ│┘Æ┘à┘É Ïº┘ä┘ä┘ç┘É Ïó┘à┘Ä┘å┘ÆÏ¬┘Å Ï¿┘ÉϺ┘ä┘ä┘ç┘É Ïî Ï¿┘ÉÏ│┘Æ┘à┘É Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É Ï¬┘Ä┘ê┘Ä┘â┘æ┘Ä┘à┘ÆÏ¬┘ŠϺ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É Ïî Ï¿┘ÉÏ│┘Æ┘à┘É Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É ÏºÏ╣┘ÆÏ¬┘ÄÏÁ┘Ä┘à┘ÆÏ¬┘Å Ï¿┘ÉϺ┘ä┘ä┘ç┘É Ï¿┘ÉÏ│┘Æ┘à┘É Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É Ï¬┘Ä┘ê┘Ä┘â┘æ┘Ä┘ä┘ÆÏ¬┘Å Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É ┘ê┘Ä┘ä┘ÄϺ Ï¡┘Ä┘ê┘Æ┘ä┘Ä ┘ê┘Ä┘ä┘ÄϺ ┘é┘Å┘ê┘æ┘ÄÏ®┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ï¿┘ÉϺ┘ä┘ä┘ç┘É Ïº┘äÏ╣┘Ä┘ä┘É┘è┘æ┘É Ïº┘äÏ╣┘ÄÏ©┘É┘è┘à

Bagi jemaah yang sudah berada di pesawat atau kendaraan, terdapat doa yang menggambarkan kesadaran akan kekuasaan Allah yang mengatur alam semesta. Doa ini menekankan bahwa keberangkatan dan kepulangan seseorang sepenuhnya berada dalam genggaman-Nya.

Ï¿┘ÉÏ│┘Æ┘à┘É Ïº┘ä┘ä┘ç┘É Ïº┘ä┘Æ┘à┘ÄϺ┘ä┘É┘â┘É Ïº┘äÏ▒┘æ┘ÄÏ¡┘Æ┘à┘Ä┘å┘É. ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ ┘é┘ÄÏ»┘ÄÏ▒┘Å┘êϺ Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Ä Ï¡┘Ä┘é┘æ┘Ä ┘é┘ÄÏ»┘ÆÏ▒┘É┘ç┘É ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏú┘ÄÏ▒┘ÆÏÂ┘Šϼ┘Ä┘à┘É┘èÏ╣┘ïϺ ┘é┘ÄÏ¿┘ÆÏÂ┘ÄϬ┘Å┘ç┘Å ┘è┘Ä┘ê┘Æ┘à┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘é┘É┘è┘ÄϺ┘à┘ÄÏ®┘É ┘ê┘ÄϺ┘äÏ│┘æ┘Ä┘à┘Æ┘ê┘ÄϺϬ┘Å ┘à┘ÄÏÀ┘Æ┘ê┘É┘èϬ┘Å Ï¿┘É┘è┘Ä┘à┘É┘è┘å┘É┘ç┘É Ï│┘ÅÏ¿┘ÆÏ¡┘ÄϺ┘å┘Ä┘ç┘Å ┘ê┘ÄϬ┘ÄÏ╣┘ÄϺ┘ä┘Ä┘ë Ï╣┘Ä┘à┘æ┘ÄϺ ┘è┘ÅÏ┤┘ÆÏ▒┘É┘â┘Å┘ê┘å┘Ä Ï¿┘ÉÏ│┘Æ┘à┘É Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É ┘à┘Äϼ┘ÆÏ▓┘É┘è┘ç┘ÄϺ ┘ê┘Ä┘à┘ÅÏ▒┘ÆÏ│┘Ä┘ç┘ÄϺ ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘É┘è ┘ä┘ÄÏ║┘Ä┘ü┘Å┘êÏ▒┘î Ï▒┘æ┘ÄÏ¡┘É┘è┘à┘î

Transformasi Batin dalam Perjalanan Haji

Perspektif tasawuf yang dijelaskan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin memandang safar sebagai momentum muhasabah diri. Meninggalkan kenyamanan rumah untuk menuju Baitullah adalah simbol pelepasan keterikatan duniawi demi mendekatkan diri kepada Sang Khaliq.

F.E. Peters dalam karyanya, The Hajj: Pilgrimage in Islam, menyebut haji sebagai simbol totalitas pengabdian. Shalat safar dan rangkaian doa di awal perjalanan menjadi titik awal di mana dimensi fisik, mental, dan spiritual bersatu menuju satu tujuan mulia.

Artikel terkait

Rekomendasi