Seskab Teddy Ungkap Prabowo Bayar Pribadi Biaya Kunjungan Luar Negeri 2026, Publik Mengejutkan

Seskab Teddy Ungkap Prabowo Bayar Pribadi Biaya Kunjungan Luar Negeri 2026, Publik Mengejutkan
Foto: Seskab Teddy Ungkap Prabowo Bayar Pribadi Biaya Kunjungan Luar Negeri 2026, Publik Mengejutkan. (Illustration by Pexels)
```html

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa biaya tambahan dari perjalanan luar negeri Presiden Prabowo sepenuhnya dibiayai menggunakan dana pribadi. Pemerintah telah memutuskan untuk memangkas jumlah anggota delegasi dalam kunjungan luar negeri menjadi sekitar 40 hingga 50 orang dalam setiap rombongan.

Pernyataan ini diberikan oleh Teddy pada 1 Juni 2026 sebagai tanggapan atas desakan publik agar pemerintah meningkatkan transparansi terkait penggunaan anggaran untuk perjalanan dinas. Kritik terhadap frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo menyebar luas, terutama diangkat oleh Dino Patti Djalal yang mengkhawatirkan dampaknya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), apalagi saat kondisi ekonomi nasional belum sepenuhnya stabil.

Dalam pernyataan lewat akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet pada hari yang sama, Teddy menjelaskan lebih lanjut perihal pembiayaan perjalanan dinas Presiden ke luar negeri. Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menyediakan mekanisme khusus untuk biaya perjalanan tersebut. "Sudah beberapa kali dijelaskan, untuk semua biaya yang melebihi anggaran dari negara, itu ditanggung sepenuhnya oleh Presiden Prabowo secara pribadi," katanya dalam video yang dipublikasikan.

Teddy menyatakan bahwa langkah ini sebagai upaya efisiensi dan menjawab kekhawatiran publik mengenai penggunaan anggaran negara. Ia juga menyebutkan bahwa jumlah rombongan yang menemani Presiden dalam perjalanan luar negeri sekarang jauh berkurang dibandingkan masa pemerintahan sebelumnya. "Untuk jumlah rombongan, ini krusial. Jumlah rombongan Presiden Prabowo telah berkurang drastis, hanya separuh dari periode sebelumnya," jelasnya.

Teddy menjabarkan bahwa pada masa pemerintahan sebelumnya, jumlah delegasi bisa mencapai lebih dari 120 orang dalam satu kunjungan. Saat ini, pada era Presiden Prabowo, angkanya sudah menurun menjadi 40 hingga 50 orang. "Dulu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Saat Pak Prabowo, antara 40 sampai 50 orang. Ini sudah diketahui banyak orang," tambah Teddy.

Meskipun demikian, penjelasan ini memicu diskusi di kalangan warganet. Beberapa netizen menilai bahwa pengurangan anggota rombongan belum tentu berdampak signifikan jika frekuensi kunjungan ke luar negeri justru meningkat. "Walaupun jumlah rombongan dikurangi, tapi kalau kunjungannya diperbanyak berkali-kali lipat, ya sama saja," kritik seorang netizen di kolom komentar.

Berbagai komentar juga muncul yang meminta pemerintah untuk lebih transparan tentang penggunaan anggaran agar publik bisa mengetahui secara jelas biaya yang dikeluarkan untuk setiap kunjungan luar negeri Presiden. "Mohon transparansinya. Agar bisa diaudit bersama publik," komentar netizen lainnya.

```

Artikel terkait

Rekomendasi