Tiga seniman asal Indonesia berhasil menembus daftar pendek 30 besar penghargaan seni kontemporer Sovereign Asian Art Prize 2026 yang diumumkan pada Senin (13/4/2026). Prestasi dalam edisi ke-22 ajang paling bergengsi di Asia ini menempatkan karya perwakilan Indonesia bersaing dengan seniman dari 12 negara di kawasan Asia Pasifik.
Dilansir dari Detikcom, para seniman tanah air yang terpilih adalah Citra Sasmita dengan karya bertajuk "Poetry of the Fountain", Filippo Sciascia melalui karya "Tablet (1)", dan Sinta Tantra dengan "In My Memory for Life". Citra Sasmita, seniman asal Bali, menampilkan eksplorasi cat akrilik di atas media kanvas tradisional Kamasan.
Ajang tahun ini menyaring lebih dari 250 karya dari 145 seniman yang masuk melalui proses nominasi oleh 46 profesional independen dan 16 galeri seni. Panel juri yang melakukan seleksi terdiri dari Direktur Museum David Elliott, pemenang tahun lalu Arpita Akhanda, kurator Manray Hsu, serta Direktur Eksekutif Asia Art Archive Özge Ersoy.
Para finalis akan memperebutkan Hadiah Utama sebesar US$ 30.000 dan Hadiah Seni Wanita Vogue Hong Kong senilai US$ 5.000 yang diputuskan oleh dewan juri di Hong Kong. Selain itu, tersedia Hadiah Pilihan Publik sebesar US$ 1.000 bagi seniman yang mendapatkan suara terbanyak dari masyarakat umum.
"Gak ada tema atau kecendrungan yang menyatukan selain untuk menyaring realitas saat ini. Sayangnya beberapa negara gak terwakili karena gangguan perang, sanksi, dan ketidakpastian pilihan," kata David Elliott, Ketua Tim Dewan Juri, dalam keterangannya pada Senin (13/4/2026).
Karya-karya para finalis dijadwalkan tampil dalam dua pameran publik gratis di Hong Kong sebagai rangkaian penilaian akhir. Pameran pertama berlangsung pada 24 April hingga 3 Mei 2026 di H Queen's, Central, sebelum berpindah ke kantor pusat Phillips Asia di Distrik Budaya West Kowloon pada 12-15 Mei 2026.