PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperpanjang kerja sama riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan inovasi produk dan layanan bahan bangunan yang ramah lingkungan, dilansir dari Lestari pada Rabu (19/5/2026).
Kolaborasi strategis ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra dan Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian.
Kemitraan tersebut mencakup penelitian inovasi produk semen beserta turunannya, penggunaan fasilitas riset bersama, advokasi kebijakan pembangunan berkelanjutan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra menjelaskan bahwa riset merupakan elemen krusial bagi perusahaan demi menghasilkan material yang mampu menjawab tantangan industri konstruksi saat ini sekaligus menekan emisi karbon.
"Riset adalah kunci untuk menghadirkan produk material bangunan yang unggul dan berkelanjutan," ujar Indrieffouny dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).
Indrieffouny menambahkan bahwa sinergi ini menjadi langkah penting untuk mempercepat penyediaan solusi material bangunan bermutu tinggi. Sektor industri semen sendiri kini dituntut menurunkan emisi akibat proses produksinya yang membutuhkan energi besar.
Hubungan kerja sama antara kedua lembaga ini sebenarnya telah dirintis sejak tahun 2023 dengan menghasilkan sejumlah penelitian konkret.
Beberapa hasil riset terdahulu meliputi pengembangan high performance concrete, self-healing concrete, bahan aditif semen dan beton, serta formulasi beton hijau untuk kawasan infrastruktur pesisir.
Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian menegaskan keterlibatan dunia industri sangat diperlukan agar hasil riset dari laboratorium dapat diterapkan secara konkret di masyarakat.
"BRIN Goes to Industry" dirancang sebagai wadah mempertemukan pelaku industri, regulator, dan lembaga riset guna memperkuat pemanfaatan inovasi dalam mendukung prioritas pembangunan nasional.
Melalui kelanjutan kemitraan ini, SIG dan BRIN menargetkan percepatan adopsi teknologi serta penciptaan produk yang efisien, rendah emisi, dan relevan dengan dinamika sektor konstruksi nasional.