Bulan Dzulqaidah merupakan bulan ke-11 dalam penanggalan Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Sebagai bagian dari empat bulan haram atau bulan yang disucikan, momentum ini menjadi waktu penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan ketakwaan.
Dilansir dari Cahaya, Dzulqaidah letaknya berdekatan dengan bulan Dzulhijjah. Posisi geografis dan waktu ini menjadikan Dzulqaidah sebagai masa persiapan spiritual yang krusial sebelum memasuki puncak musim haji.
Dzulqaidah dikategorikan sebagai salah satu dari empat Asyhurul Hurum bersama Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, Allah SWT melarang umat Islam melakukan segala bentuk kezaliman, termasuk peperangan.
Status mulia tersebut menuntut umat Islam untuk lebih intensif dalam memperbanyak amal saleh. Selain itu, menjauhi perbuatan dosa menjadi penekanan utama guna menjaga kesucian bulan yang penuh berkah ini.
Deretan Peristiwa Bersejarah di Bulan Dzulqaidah
Sejarah mencatat berbagai momen besar yang terjadi selama bulan Dzulqaidah, yang memperkuat pondasi dakwah Rasulullah SAW. Berikut adalah beberapa peristiwa penting tersebut:
1. Perang Bani Quraizhah
Pada tahun kelima Hijriah, terjadi Perang Bani Quraizhah setelah Rasulullah SAW kembali dari Madinah. Malaikat Jibril menyampaikan instruksi langit agar pasukan Muslim segera bergerak menuju perkampungan Bani Quraizhah pada waktu Zuhur.
Pengepungan terhadap benteng Bani Quraizhah berlangsung selama 25 malam. Akibat tekanan tersebut, mereka akhirnya menyerah dan menyatakan tunduk pada keputusan hukum yang ditetapkan oleh Rasulullah SAW.
2. Momentum Perjanjian Hudaibiyah
Peristiwa besar lainnya adalah tercapainya Perjanjian Hudaibiyah pada bulan Dzulqaidah tahun ketujuh (sebagian riwayat menyebut tahun keenam) Hijriah. Rasulullah SAW berangkat dari Madinah bersama 1.400 sahabat dengan niat melaksanakan umrah.
Meski berangkat tanpa senjata perang, rombongan sempat tertahan oleh kaum Quraisy. Dialog panjang yang terjadi kemudian melahirkan kesepakatan damai Hudaibiyah yang menjadi tonggak penting hubungan umat Islam dan penduduk Makkah.
3. Pelaksanaan Umrah Rasulullah SAW
Fakta sejarah menarik menunjukkan bahwa seluruh ibadah umrah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW terjadi pada bulan Dzulqaidah. Berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari, beliau melaksanakan umrah sebanyak empat kali di bulan ini.
Rangkaian umrah tersebut meliputi umrah dari Hudaibiyah, umrah setahun setelahnya, umrah dari Ji'ranah, serta umrah yang dilakukan bersamaan dengan ibadah haji Wada.
4. Kalam Allah kepada Nabi Musa AS
Dzulqaidah juga dikaitkan dengan momen agung saat Nabi Musa AS berkomunikasi langsung dengan Allah SWT dan menerima wahyu Taurat. Kejadian ini diabadikan dalam Al-Qur'an Surah Al-A'raf ayat 143.
"┘ê┘Ä┘ä┘Ä┘à┘æ┘ÄϺ ϼ┘ÄϺÏí┘Ä ┘à┘Å┘êÏ│┘Ä┘ë┘░ ┘ä┘É┘à┘É┘è┘é┘ÄϺϬ┘É┘å┘ÄϺ ┘ê┘Ä┘â┘Ä┘ä┘æ┘Ä┘à┘Ä┘ç┘Å Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘Å┘ç┘Å ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘É Ïú┘ÄÏ▒┘É┘å┘É┘è Ïú┘Ä┘å┘ÆÏ©UR┘Æ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘è┘Æ┘â┘Ä █Ü ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ┘ä┘Ä┘å┘Æ Ï¬┘ÄÏ▒┘ÄϺ┘å┘É┘è ┘ê┘Ä┘ä┘Ä┘░┘â┘É┘å┘É Ïº┘å┘ÆÏ©UR┘Æ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ÆÏ¼┘ÄÏ¿┘Ä┘ä┘É ┘ü┘ÄÏÑ┘É┘å┘É ÏºÏ│┘ÆÏ¬┘Ä┘é┘ÄÏ▒┘æ┘Ä ┘à┘Ä┘â┘ÄϺ┘å┘Ä┘ç┘Å ┘ü┘ÄÏ│┘Ä┘ê┘Æ┘ü┘Ä Ï¬┘ÄÏ▒┘ÄϺ┘å┘É┘è █Ü ┘ü┘Ä┘ä┘Ä┘à┘æ┘ÄϺ Ϭ┘Äϼ┘Ä┘ä┘æ┘Ä┘ë┘░ Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘Å┘ç┘Å ┘ä┘É┘ä┘ÆÏ¼┘ÄÏ¿┘Ä┘ä┘É Ï¼┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘Ä┘ç┘Å Ï»┘Ä┘â┘æ┘ïϺ ┘ê┘ÄÏ«┘ÄÏ▒┘æ┘Ä ┘à┘Å┘êÏ│┘Ä┘ë┘░ ÏÁ┘ÄÏ╣┘É┘é┘ïϺ █Ü ┘ü┘Ä┘ä┘Ä┘à┘æ┘ÄϺ Ïú┘Ä┘ü┘ÄϺ┘é┘Ä ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä Ï│┘ÅÏ¿┘ÆÏ¡┘ÄϺ┘å┘Ä┘â┘Ä Ï¬┘ÅÏ¿┘ÆÏ¬┘Å ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘è┘Æ┘â┘Ä ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘å┘ÄϺ Ïú┘Ä┘ê┘æ┘Ä┘ä┘ŠϺ┘ä┘Æ┘à┘ÅÏñ┘Æ┘à┘É┘å┘É┘è┘å┘Ä"
Artinya: "Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Mahasuci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman"."
Imam Ibnu Katsir mengutip mayoritas ulama tafsir seperti Imam Mujahid dan Ibnu Juraih yang menyebutkan bahwa peristiwa munajat Nabi Musa AS tersebut terjadi tepat pada bulan Dzulqaidah.
Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan
Mengingat kedudukannya sebagai bulan yang diberkahi, Dzulqaidah menawarkan kesempatan besar untuk meningkatkan kualitas spiritual. Peningkatan amal ibadah seperti shalat sunnah, puasa, dan membaca Al-Qur'an sangat disarankan.
Selain ibadah mahdhah, memperkuat aspek sosial melalui sedekah dan membantu sesama juga memiliki nilai pahala yang besar. Bulan ini merupakan masa introspeksi atau muhasabah diri guna membersihkan hati sebelum menyambut bulan haji.
Jadwal 1 Dzulqaidah 2026
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 dari Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, 1 Dzulqaidah 1447 H diprediksi jatuh pada Minggu, 19 April 2026. Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan awal bulan Dzulqaidah 1447 H jatuh pada Sabtu, 18 April 2026.