Regulator pasar modal Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC), dilaporkan telah menyetujui penyelesaian gugatan perdata terhadap miliarder India Gautam Adani pada Kamis (14/5/2026). Kesepakatan ini mengakhiri sengketa hukum terkait dugaan skema suap proyek pembangkit listrik tenaga surya di India.
Dilansir dari Sosok, langkah damai ini diambil saat Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) juga tengah mempertimbangkan untuk menghentikan dakwaan pidana terhadap pendiri Adani Group tersebut. Perkembangan ini menjadi angin segar bagi konglomerasi infrastruktur raksasa India setelah penyelidikan panjang terkait penipuan dan suap.
Dalam kesepakatan perdata tersebut, Gautam Adani dan keponakannya diharuskan membayar biaya penyelesaian sekitar US$15 juta. Meskipun menyetujui pembayaran tersebut, pihak Adani tidak memberikan pengakuan atau bantahan terhadap tuduhan yang diajukan oleh regulator AS terkait upaya memuluskan proyek energi terbarukan.
Selain penyelesaian dengan SEC, Adani Group juga diwajibkan membayar dana sebesar US$275 juta kepada Office of Foreign Assets Control (OFAC). Pembayaran ini berkaitan dengan investigasi terpisah yang dilakukan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat mengenai pengiriman gas dari Iran.
Tim hukum Adani berargumen bahwa proses pidana yang berjalan di Departemen Kehakiman tidak memiliki dasar yang kuat. Posisi hukum ini disampaikan oleh pengacara yang juga menangani urusan pribadi Presiden Donald Trump.
"kasus tersebut lemah karena kurang memiliki yurisdiksi dan minim bukti" ujar Robert Giuffra, Pengacara Adani.
Sebelum mencuatnya kabar penghentian kasus ini, Gautam Adani telah memberikan komitmen investasi besar kepada pemerintah Amerika Serikat. Ia berjanji akan mengucurkan dana senilai US$10 miliar ke dalam ekonomi AS yang diproyeksikan mampu menyerap 15.000 tenaga kerja baru.
Persoalan hukum ini pertama kali muncul pada November 2024 saat jaksa federal di Brooklyn menuduh adanya pembayaran suap senilai US$265 juta kepada pejabat India. Jaksa mengklaim suap tersebut digunakan untuk menyamarkan praktik korupsi saat menghimpun modal dari investor internasional sebesar US$3 miliar.
Berikut adalah beberapa unit bisnis utama di bawah naungan Adani Group yang menjadi penopang kekayaan Gautam Adani:
| Unit Bisnis | Sektor Operasional |
|---|---|
| Adani Ports and Special Economic Zone | Pelabuhan dan Logistik |
| Adani Green Energy | Energi Terbarukan |
| Adani Energy Solutions | Transmisi Energi |
| Adani Enterprises | Induk Ekspansi Bisnis |
Kekayaan bersih Gautam Adani saat ini diperkirakan mencapai US$82 miliar menurut catatan Forbes. Meskipun sempat mengalami guncangan akibat laporan riset negatif pada tahun 2023, posisi Adani tetap menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan pengaruh politik yang kuat di India.