Saham Magnum Ice Cream Company mengalami lonjakan hingga 18 persen di pasar saham setelah muncul kabar bahwa perusahaan ekuitas swasta Blackstone dan CD&R sedang berada dalam tahap penjajakan penawaran.
Lonjakan harga ini terjadi kurang dari enam bulan pasca-pemisahan diri perusahaan dari Unilever demi membentuk entitas pembuat es krim mandiri terbesar di dunia, sebagaimana dilansir dari Money.
Para calon penawar dari perusahaan ekuitas swasta saat ini dilaporkan sedang memantau pergerakan harga saham perusahaan tersebut sebelum mengambil keputusan strategis berikutnya.
Pihak investor juga dikabarkan tengah menunggu rilis laporan data penjualan musim panas dari Magnum untuk mematangkan langkah penawaran mereka.
Sebelum perdagangan pada Jumat dibuka, saham Magnum sempat ditransaksikan mendekati harga debut perdananya yang tercatat pada 8 Desember 2025.
Pada pukul 15.50 waktu London, pergerakan saham Magnum yang terdaftar di bursa Amsterdam tercatat menguat sebesar 10,4 persen, yang kemudian diikuti lonjakan dengan persentase serupa pada saham yang melantai di bursa Amerika Serikat.
Juru bicara dari pihak Magnum menyatakan bahwa perusahaan berkomunikasi untuk tidak memberikan komentar terkait rumor ataupun spekulasi pasar yang beredar.
Sikap serupa juga diambil oleh pihak Blackstone dan CD&R yang menolak memberikan komentar mengenai isu penjajakan penawaran ini.
Magnum saat ini mengelola portofolio merek es krim global mulai dari nama Magnum itu sendiri, Cornetto, Heartbrand, hingga Ben & JerryÔÇÖs.
Sejumlah analis pasar sebelumnya telah memberikan peringatan terkait dengan kurangnya kejelasan aspek prospek pertumbuhan jangka panjang dari Magnum.
"Mirip dengan perusahaan barang konsumsi lainnya, Magnum akan menghadapi inflasi biaya energi dan input sebagai akibat dari konflik di Timur Tengah, serta potensi gangguan terhadap sentimen konsumen,ÔÇØ kata analis UBS.
Namun, pihak analis menambahkan catatan bahwa entitas tersebut memiliki beberapa instrumen cadangan yang dapat dimanfaatkan untuk memitigasi risiko.
Cadangan tersebut mencakup kemampuan perusahaan dalam menutupi dampak inflasi biaya melalui dorongan positif dari proyeksi pasar untuk komoditas susu serta minyak sawit.
Merek es krim global ini sebelumnya telah dijual kepada raksasa barang konsumen Unilever pada tahun 2000 silam.
Pada April 2026, Magnum merilis laporan pertumbuhan penjualan kuartal pertama yang berhasil melampaui estimasi pasar akibat didorong faktor pemulihan volume setelah sempat turun pada kuartal sebelumnya.
Nilai penjualan kuartalan dari produsen es krim tersebut menyentuh angka 2,06 miliar dollar AS.
"Kuartal kedua mewakili sekitar 35 persen dari penjualan tahunan dan akan sangat penting bagi persepsi publik,ÔÇØ ujar analis Jefferies.
Pihak analis Jefferies menambahkan bahwa indikasi peningkatan kinerja terlihat nyata di kawasan Eropa, walau pertumbuhan masih belum merata dan ketidakpastian margin laba tetap membayangi.
Periode tiga bulan pertama pada awal tahun umumnya cenderung lebih lemah secara musiman bagi bisnis es krim.
Para pengamat pasar kini mengalihkan perhatian pada puncak penjualan musim panas saat permintaan es krim mencapai level tertinggi.
Saat ini, Magnum Ice Cream Company tercatat mengantongi nilai kapitalisasi pasar sekitar 9 miliar dollar AS dan diperdagangkan pada kisaran 15 kali lipat dari proyeksi laba per saham.