Saham Dian Swastatika Sentosa DSSA Melonjak di Tengah Isu Rebalancing MSCI

Saham Dian Swastatika Sentosa DSSA Melonjak di Tengah Isu Rebalancing MSCI
Foto: Ilustrasi Saham Dian Swastatika Sentosa DSSA Melonjak di Tengah Isu Rebalancing MSCI.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan kenaikan signifikan pada penutupan sesi I perdagangan Selasa (12/5/2026). Emiten milik Grup Sinar Mas ini melonjak 2,64% hingga menyentuh level Rp 1.165 per lembar saham.

Aktivitas perdagangan saham DSSA terpantau cukup agresif dengan total 161,39 juta saham yang berpindah tangan. Berdasarkan data yang dikutip dari Investor Daily, frekuensi transaksi mencapai 12.456 kali dengan nilai total mencapai Rp 188,08 miliar.

Meskipun sempat anjlok sedalam 13,36% pada perdagangan Senin (11/5/2026), saham ini mulai kembali diburu oleh para pelaku pasar. Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan adanya aksi beli bersih atau net buy senilai Rp 102,5 miliar pada jeda siang.

Angka net buy tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan saham-saham lainnya di bursa. Broker Supra Sekuritas Indonesia juga mencatatkan aksi beli bersih oleh investor domestik pada saham DSSA yang mencapai Rp 96,2 miliar.

Kenaikan ini terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap pengumuman index review dari MSCI. Stockbit Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan bahwa MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil tinjauan indeks pada Selasa waktu setempat atau Rabu (13/5/2026) waktu Indonesia.

Walaupun pergerakan hari ini positif, saham DSSA sebenarnya masih mengalami tekanan hebat dalam jangka pendek. Nilai saham emiten yang terdiversifikasi ini tercatat telah merosot lebih dari 62% dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

MSCI sebelumnya menyatakan masih akan membekukan pasar Indonesia dalam pengumuman Mei 2026. Pembekuan ini mencakup kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), penambahan ke MSCI Investable Market Indexes (IMI), hingga migrasi antar segmen ukuran saham.

Namun, kebijakan penghapusan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi tetap akan dilakukan. Langkah ini sejalan dengan standar perlakuan MSCI terhadap saham-saham sejenis di pasar global lainnya.

ÔÇ£Meski pasar Indonesia masih dibekukan, MSCI akan menghapus sahamÔÇôsaham yang masuk dalam daftar konsentrasi kepemilikan yang tinggi (high shareholding concentration/HSC), sejalan dengan perlakuan MSCI terhadap saham sejenis di pasar lain,ÔÇØ sebut Stockbit dalam ulasannya.

Dian Swastatika Sentosa bersama Barito Renewables Energy (BREN) diprediksi kuat akan keluar dari indeks MSCI karena masuk dalam kriteria HSC. Kondisi ini memicu potensi tekanan jual dari dana pasif (passive fund) saat eksekusi penghapusan dilakukan.

Faktor lain yang perlu dicermati oleh investor adalah potensi penyesuaian free float oleh MSCI menggunakan data kepemilikan di atas 1%. Perubahan klasifikasi pemegang saham strategis dan non-strategis dapat berdampak pada status konstituen saham Indonesia di indeks standar maupun small cap.

Artikel terkait

Rekomendasi