Saham PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) mencatatkan kenaikan harga yang signifikan sebesar 33,33 persen hingga menyentuh level Rp88 per lembar pada perdagangan sesi I hari Senin (4/5/2026). Dilansir dari Stocksetup, lonjakan harga sebesar Rp22 ini menempatkan emiten sektor properti tersebut sebagai salah satu saham dengan performa paling menonjol.
Perusahaan yang berbasis di Jakarta ini fokus pada pengembangan kawasan industri, khususnya Millennium Industrial Estate di Cikupa, Banten. Selain menyediakan kavling industri siap bangun, BCIP juga mengoperasikan lini usaha pergudangan, ruko industri, serta infrastruktur pendukung seperti pengolahan air bersih melalui anak usahanya.
Berdasarkan data laporan keuangan yang dipublikasikan melalui laman Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 11,9 persen sepanjang tahun 2025. Laba bersih perseroan naik menjadi Rp16,0 miliar dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp14,3 miliar.
Peningkatan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang mencapai Rp112,1 miliar pada 2025, atau naik 12,1 persen secara tahunan dari posisi Rp100,0 miliar. Laba bersih per saham dilaporkan berada pada angka Rp11,16 per lembar dengan margin laba kotor yang relatif stabil di posisi Rp49,5 miliar.
Pada tingkat operasional, emiten ini membukukan EBITDA sebesar Rp11,5 miliar, mengalami kenaikan tipis 1,8 persen dibandingkan periode 2024 yang tercatat Rp11,3 miliar. Saat ini operasional perusahaan dipimpin oleh Edward Halim sebagai Direktur Utama, didampingi Handry Soesanto di posisi Direktur Keuangan.
| Indikator Keuangan | Tahun 2024 (Miliar Rp) | Tahun 2025 (Miliar Rp) | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | 100,0 | 112,1 | 12,1% |
| Laba Bersih | 14,3 | 16,0 | 11,9% |
| EBITDA | 11,3 | 11,5 | 1,8% |
| Laba Kotor | 49,4 | 49,5 | 0,2% |
Struktur manajemen inti lainnya melibatkan Wagiman Tanto sebagai Direktur Operasional. Di jajaran pengawas, posisi Komisaris Utama dijabat oleh Tahir Ferdian yang didampingi oleh Effendi Halim dan Albertus Banunaek sebagai anggota dewan komisaris.