Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Medela Potentia Tbk menyetujui pengangkatan Juliwaty sebagai Direktur Utama Perseroan yang baru di Jakarta pada Selasa (12/5/2026). Langkah strategis ini diambil untuk memastikan kesinambungan transformasi bisnis serta memperkuat daya saing emiten berkode saham MDLA tersebut di sektor kesehatan.
Dilansir dari Investor Daily, Juliwaty menggantikan posisi Krestijanto Pandji yang telah menyelesaikan masa jabatannya. Transisi kepemimpinan ini menandai fokus baru perseroan dalam menjaga stabilitas kinerja dan memacu pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Pihak pemegang saham memberikan mandat penuh kepada pimpinan baru untuk membawa inovasi lanjutan pada jaringan distribusi kesehatan nasional.
"Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pemegang saham kepada saya untuk mengemban amanah ini. Ke depan, kami akan melanjutkan fondasi kuat yang telah dibangun sebelumnya, sekaligus memperkuat inovasi, kualitas layanan, dan kolaborasi untuk mendukung pertumbuhan Perseroan yang berkelanjutan," kata Juliwaty, Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk.
Manajemen perusahaan menyatakan bahwa penunjukan figur baru ini didasarkan pada rekam jejak kepemimpinan internal yang kuat. Juliwaty sendiri tercatat memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang distribusi produk konsumer dan pengembangan bisnis.
"Penunjukan ini juga mencerminkan fokus Perseroan pada pengembangan kepemimpinan internal berbasis kompetensi dan pengalaman operasional," ujar Wimala Widjaja, Sekretaris Perseroan PT Medela Potentia Tbk.
Juliwaty mengawali kariernya di industri distribusi pada tahun 1999 dan sempat berpindah ke industri pembiayaan pada periode 2004ÔÇô2005. Pada tahun 2007, ia bergabung dengan PT Anugrah Argon Medica (AAM), entitas anak perseroan di bidang distribusi produk kesehatan, dan menjabat sebagai Direktur Utama di sana.
Lulusan Sarjana Teknik Arsitektur Universitas Sumatera Utara tahun 1999 dan Magister Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Prasetiya Mulya tahun 2015 ini berhasil memperkuat jaringan distribusi nasional AAM selama hampir dua dekade.
Bersamaan dengan pergantian pengurus, MDLA membukukan penjualan neto sebesar Rp 4,03 triliun hingga 31 Maret 2026, meningkat dari Rp 3,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan juga tumbuh 7,4 persen menjadi Rp 119,32 miliar berkat efisiensi operasional.
Dalam mendukung strategi keberlanjutan, perseroan kini mulai mengoperasikan armada mobil listrik untuk kegiatan distribusi farmasi melalui PT Anugrah Argon Medica. Inisiatif ramah lingkungan tersebut melengkapi operasional 106 unit motor listrik yang telah tersebar di 15 cabang di 13 kota di Indonesia.