Penyanyi Rossa melayangkan somasi terhadap sejumlah akun media sosial yang menyebarkan fitnah terkait tuduhan gagal operasi plastik pada Senin (13/4/2026). Langkah hukum ini diambil di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, guna merespons serangan masif yang dinilai mengganggu kesehatan mental sang diva.
Kondisi psikis Rossa dilaporkan mengalami tekanan berat akibat narasi negatif yang beredar luas di platform digital. Dilansir dari Detik Hot, pihak manajemen menyatakan bahwa unggahan tidak berdasar tersebut telah mencoreng nama baik yang dibangun Rossa selama lebih dari tiga dekade.
Juru Bicara sekaligus Penasihat Hukum Tim Manajemen Rossa, M. Ikhsan Tualeka, mengungkapkan bahwa kliennya merasa sangat tidak nyaman saat menemukan konten bohong tersebut di ponselnya. Serangan ini dianggap mencederai martabat Rossa sebagai seorang perempuan dan pekerja seni.
"Beliau terganggu secara psikis karena namanya manusia. Kita semualah, apalagi beliau yang telah membangun karier lebih dari 30 tahun kemudian orang menyampaikan berita bohong atau fitnah," kata M. Ikhsan Tualeka, Penasihat Hukum Tim Manajemen Rossa.
Manajemen menyayangkan tindakan tidak bertanggung jawab dari warganet yang merusak reputasi seseorang melalui konten media sosial. Kuasa hukum Manajemen Rossa, Natalia Rusli, menegaskan bahwa pencapaian karier di tingkat diva tidak seharusnya dijatuhkan secara semena-mena melalui komentar digital.
Meskipun dampak psikologis telah terjadi, tim hukum saat ini masih melakukan perhitungan terkait kerugian materiil dan immateriil yang diderita. Somasi ini juga berfungsi sebagai langkah mitigasi agar penyebaran informasi palsu tersebut tidak terus berkembang di masyarakat.
Aksi hukum ini diharapkan Rossa dapat menjadi edukasi publik dan memberikan keberanian bagi korban perundungan lain untuk bersuara. Saat ini, tim hukum terus memantau perkembangan unggahan terkait sebelum menentukan langkah hukum lanjutan guna memberikan efek jera kepada pelaku.