Aktor muda Rey Bong baru saja membagikan kisah menyentuh mengenai jalinan persahabatan yang ia temukan. Melalui proyek film terbaru berjudul "Nobody Loves Kay", ia justru mendapatkan sahabat yang sudah dianggapnya seperti keluarga sendiri.
Persahabatan ini melibatkan tiga pemeran utama, yakni Rey Bong, Bima Azriel, dan Joshia Frederico. Dalam film tersebut, mereka berperan sebagai tiga siswa SMA yang memiliki ikatan pertemanan sangat kuat.
Dukungan Sahabat di Dunia Nyata
Menariknya, kedekatan mereka tidak hanya sebatas tuntutan skenario di depan kamera saja. Rey Bong menegaskan bahwa hubungan emosional yang terbangun telah terbawa hingga ke kehidupan sehari-hari mereka.
"Film ini hadir bercerita tentang persahabatan, dan bagi saya ini sangat personal," ungkap Rey Bong saat menghadiri konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/5/2026).
Rey Bong mengakui bahwa Bima Azriel dan Joshia Frederico memiliki peran besar dalam membantunya mendalami peran sebagai Raka. Karakter Raka diceritakan sebagai siswa SMA reguler, sementara Rey sendiri menjalani pendidikan melalui metode home schooling.
Karena tidak pernah merasakan suasana sekolah umum, Rey merasa kesulitan untuk membayangkan pengalaman seperti bolos sekolah atau berkumpul di kelas. Interaksi intens dengan Bima dan Joshia lah yang akhirnya membantunya mengumpulkan perasaan tersebut.
Menjadi Sandaran Saat Masa Sulit
Lebih dari sekadar rekan kerja, kedua sahabatnya itu selalu siaga mendampingi Rey Bong di titik terendahnya. Terutama ketika ia sedang melewati masa duka akibat kehilangan orang tersayang atau sedang dalam kondisi berkabung.
Rey merasa sangat terbantu dengan kehadiran Josi dan Bima yang selalu memberikan dukungan moral tanpa henti. Menurutnya, mereka adalah sosok sahabat sejati yang hadir justru saat situasi terasa tidak nyaman dan berat bagi dirinya.
Beberapa bentuk dukungan nyata yang diberikan oleh para sahabatnya meliputi:
- Memberikan bimbingan dan berbagi pengalaman mengenai kehidupan sosial di sekolah reguler.
- Menjadi pendengar yang baik saat Rey Bong sedang menghadapi masa berkabung.
- Menyediakan waktu untuk menginap di rumah Rey agar ia tidak merasa kesepian.
- Mendampingi secara konsisten selama jadwal promosi film hingga acara penayangan perdana.
Dukungan tersebut menunjukkan betapa kuatnya solidaritas yang mereka bangun sejak proses produksi film dimulai. Tindakan sederhana namun tulus tersebut terbukti mampu membantu Rey melewati hari-hari yang dirasanya sangat sulit.
Ketulusan Joshia Frederico
Secara khusus, Rey Bong menyoroti kepekaan Joshia Frederico atau yang akrab disapa Josi terhadap kondisi mentalnya. Josi bahkan rela meluangkan waktu lebih untuk memastikan Rey tidak sendirian di rumah saat merasa sedih.
"Josi benar-benar menemani saya di rumah dan menawarkan diri untuk menginap agar kami bisa berangkat promo bareng keesokan harinya," kenang Rey dengan penuh haru.
Sambil menahan tangis dan suara yang sedikit bergetar, aktor berusia 18 tahun ini mengakui besarnya arti persahabatan tersebut. Baginya, kehadiran teman yang tulus adalah kunci utama yang membuatnya tetap kuat bertahan hingga saat ini.
Rey menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa tanpa ikatan pertemanan yang kental ini, ia akan sangat kesulitan menjalani aktivitasnya belakangan ini. Persahabatan mereka kini menjadi bukti bahwa sinergi profesional bisa berubah menjadi hubungan persaudaraan yang nyata.