Rencana aksi korporasi baru kini tengah bergulir di sektor perikanan dan pengolahan hasil laut nasional. PT Rama Indonesia bersiap menjadi pengendali baru dalam tubuh PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM).
Langkah ini dilakukan melalui rencana akuisisi mayoritas saham milik pengendali lama. PT Rama Indonesia akan mengambil alih 59,24% kepemilikan saham yang sebelumnya dikuasai oleh PT Pandawa Putra Investama.
Informasi yang dikutip dari Stocksetup menunjukkan bahwa proses uji tuntas atau due diligence terkait rencana ini telah rampung dilaksanakan. Pihak manajemen kini sedang berada dalam tahapan finalisasi untuk menegosiasikan syarat-syarat transaksi.
Setelah transaksi ini dinyatakan efektif, PT Rama Indonesia mempunyai kewajiban untuk menggelar penawaran tender wajib atau tender offer. Langkah tersebut berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku di pasar modal Indonesia.PT Rama Indonesia merupakan entitas bisnis yang bergerak dalam bidang jasa penyediaan serta pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Perusahaan ini menjalankan operasionalnya dengan berbasis di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara.
PT Dua Putra Utama Makmur Tbk dikenal sebagai perusahaan perikanan terpadu yang mengoperasikan bisnis dari hulu ke hilir. Aktivitas usahanya mencakup penangkapan ikan laut, pengolahan seafood, hingga pembekuan ikan melalui fasilitas cold storage.
Selain itu, emiten ini juga aktif dalam perdagangan dan ekspor hasil perikanan, industri makanan berbasis laut, serta distribusi produk. Komoditas utama yang dihasilkan meliputi tuna, cumi-cumi, gurita, ikan beku, dan variasi olahan seafood lainnya.
Untuk menggerakkan roda bisnis dalam skala besar, perseroan mengandalkan rantai pendingin serta fasilitas pengolahan yang memadai. Sarana tersebut berfungsi menyokong distribusi hasil laut guna memenuhi pasar domestik maupun internasional.
Struktur Manajemen dan Kepemilikan Saham
Struktur kepengurusan perseroan di jajaran direksi dan komisaris masih diisi oleh pejabat yang tercantum dalam keterbukaan informasi teranyar. Susunan ini berpotensi mengalami perubahan setelah aksi pengambilalihan resmi selesai.
Fasilitas pengelolaan perusahaan saat ini dipimpin oleh Ir. Bambang Panca Putra Yudiono selaku Direktur Utama, didampingi R. Sri Dwi Mamik Wijaya dan Adi Winardi di posisi direktur.
Pada jajaran pengawas, Sherley Chandra Hadipurnomo menjabat sebagai Komisaris Utama. Posisi Komisaris Independen ditempati oleh Machhendra Setyo Atmaja.
Sebelum rencana pengambilalihan oleh PT Rama Indonesia terealisasi, peta kepemilikan saham emiten ini terbagi ke dalam beberapa pihak. Porsi terbesar masih dipegang oleh PT Pandawa Putra Investama dengan kepemilikan 59,24%.
Pemegang saham lainnya adalah TTP Investment Ltd yang menguasai 13,06% dan Anjani Investments Ltd sebesar 9,26%. Sementara itu, sisa kepemilikan saham sebesar 28,15% dimiliki oleh masyarakat luas.
Perkembangan Kinerja Keuangan Perseroan
Dari sisi performa bisnis, emiten berkode saham DPUM ini memperlihatkan adanya perbaikan performa secara tahunan pada pembukuan tahun 2025. Perusahaan tercatat mampu memangkas nilai kerugian bersih secara signifikan.
Rugi bersih perseroan turun menjadi Rp 27,0 miliar jika dibandingkan dengan catatan rugi bersih pada tahun 2024 yang mencapai Rp 37,1 miliar. Kondisi ini turut membuat nilai rugi bersih per saham membaik menjadi Rp 6,47 per lembar.
Perbaikan performa tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 14,6% secara tahunan menjadi Rp 1,25 triliun dari periode sebelumnya sebesar Rp 1,09 triliun. Laba kotor perusahaan juga terkerek 9,4% menjadi Rp 49,1 miliar dari Rp 44,9 miliar.
Indikator profitabilitas lainnya seperti EBITDA turut menunjukkan tren positif. Nilai EBITDA perseroan terpantau naik 15,0% secara tahunan menjadi Rp 41,4 miliar dibanding capaian tahun lalu sebesar Rp 36,0 miliar.
Di lantai bursa, pergerakan saham DPUM sempat mencatatkan lonjakan harga lebih dari 66% dalam kurun waktu sepekan terakhir per Selasa (12/5) ke level Rp193 per saham, meski sempat bergerak turun pada sesi pertama perdagangan hari tersebut.