Emiten RAJA Siapkan Dana Rp670 Miliar untuk Akuisisi Saham Layar Nusantara Gas

Emiten RAJA Siapkan Dana Rp670 Miliar untuk Akuisisi Saham Layar Nusantara Gas
Foto: Ilustrasi Emiten RAJA Siapkan Dana Rp670 Miliar untuk Akuisisi Saham Layar Nusantara Gas.

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tengah gencar memperluas jangkauan bisnisnya di sektor gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) serta distribusi gas nasional. Langkah strategis ini direalisasikan melalui rencana pembelian saham perusahaan yang bergerak di bidang produksi gas alam cair tersebut.

Emiten infrastruktur energi dan migas ini menjadwalkan akuisisi terhadap 5% saham PT Layar Nusantara Gas (LNG), yang merupakan perusahaan di bawah naungan Genting Group. Informasi mengenai aksi korporasi ini diumumkan pada Mei 2026.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip dari Stocksetup, nilai transaksi untuk mengambil alih porsi saham tersebut diperkirakan menembus angka US$38,57 juta. Jumlah ini setara dengan nilai sekitar Rp670 miliar.

Pihak manajemen sebelumnya sempat mengungkapkan bahwa mereka sedang mendalami rencana akuisisi perusahaan di bidang distribusi gas serta infrastruktur LNG. Upaya ini dilakukan demi memperkokoh posisi perseroan pada sektor bisnis midstream dan downstream.

Selain rencana akuisisi tersebut, RAJA juga tengah menjalankan proses uji tuntas atau due diligence untuk mengambil alih perusahaan pelayaran LNG carrier. Perseroan juga mengagendakan pembangunan LNG Terminal di wilayah Banten dan pembuatan LNG plant di Kalimantan.

Tidak berhenti di situ, perusahaan yang dipimpin oleh Direktur Utama Djauhar Maulidi ini juga membidik kepemilikan aset hulu migas di Blok Madura. Langkah ekspansi pada aset hulu tersebut direncanakan melalui kerja sama dengan HCML.

Perusahaan yang berbasis di Jakarta ini telah mencatatkan sahamnya di BEI sejak tahun 2010. Hingga kini, perseroan memiliki diversifikasi portofolio yang cukup luas pada industri energi nasional.

Secara umum, fokus operasional perseroan mencakup jaringan pipa gas, penjualan serta distribusi gas bumi, hingga pengelolaan gas compression plant. Mereka juga aktif dalam jasa Engineering, Procurement, Construction & Installation (EPCI) serta infrastruktur perkapalan energi.

Detail mengenai profil perusahaan yang terdaftar dengan kode saham RAJA ini dapat dicermati pada data terstruktur berikut.

Profil Singkat Emiten RAJA
KeteranganInformasi
Nama PerusahaanPT Rukun Raharja Tbk
Kode SahamRAJA
SektorEnergi & Infrastruktur Migas
Tahun IPO2010
Fokus BisnisDistribusi gas, infrastruktur energi, midstream migas
Kantor PusatJakarta
Direktur UtamaDjauhar Maulidi

Pergerakan Harga Saham RAJA di Pasar Modal

Aktivitas ekspansi bisnis ini turut memengaruhi dinamika perdagangan saham perseroan di bursa efek. Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham RAJA terpantau mengalami apresiasi.

Saham RAJA ditutup meningkat sebesar 0,96% atau mengalami kenaikan sebanyak 40 poin. Melalui pertumbuhan tersebut, saham perseroan kini berada pada posisi harga Rp4.200 per lembar.

Kondisi berbeda terlihat jika meninjau pergerakan saham dalam jangka waktu satu bulan ke belakang. Dalam periode satu bulan terakhir, saham RAJA tercatat mengalami koreksi sebesar 9,29% atau mengalami penurunan sebanyak 430 poin.

Pertumbuhan Laba Bersih dan Kinerja Keuangan

Di sisi fundamental, perseroan menunjukkan performa yang positif sepanjang tahun buku sebelumnya. Berdasarkan rangkuman data resmi BEI, emiten ini membukukan pertumbuhan pada pos keuntungan bersih.

Laba bersih yang berhasil dikantongi perseroan sepanjang tahun 2025 mencapai Rp457,1 billion. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 10,1% secara year on year (YoY) dari perolehan laba bersih tahun 2024 yang bernilai Rp415,2 miliar. Nilai keuntungan per saham ini setara dengan Rp108,84 per lembar.

Kenaikan ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan tahunan perseroan sebesar 8,2% YoY menjadi Rp4,47 triliun, dari pendapatan tahun 2024 yang sebesar Rp4,13 triliun. Laba bruto perseroan juga ikut terangkat 7,6% YoY menjadi Rp1,21 triliun, walaupun di sisi lain EBITDA mengalami penurunan sebesar 6,3% YoY ke angka Rp976,1 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi