PTOI Jakarta Tingkatkan Standar Kompetensi Terapis Olahraga Melalui Workshop

PTOI Jakarta Tingkatkan Standar Kompetensi Terapis Olahraga Melalui Workshop
Foto: Ilustrasi PTOI Jakarta Tingkatkan Standar Kompetensi Terapis Olahraga Melalui Workshop.

Eksistensi terapis olahraga memegang peranan krusial bagi para atlet maupun masyarakat umum yang aktif berolahraga. Kesadaran akan pentingnya peran tersebut mendorong adanya peningkatan standarisasi bagi para praktisi di bidang ini.

Dilansir dari Detik Sport, terapis olahraga bertugas menjaga kondisi fisik atlet agar tetap optimal dalam setiap kompetisi. Namun, saat ini jasa mereka juga mulai banyak dimanfaatkan oleh pelaku olahraga non-profesional untuk mencegah dan memulihkan cedera.

Kebutuhan akan standar tinggi ini mendasari Perkumpulan Terapis Olahraga Indonesia (PTOI) DKI Jakarta untuk menyelenggarakan Workshop Pendalaman Materi bagi Terapis Olahraga pada Sabtu (2/5/2026).

Agenda ini merupakan bagian dari program kerja PTOI Jakarta yang dilakukan secara bersinergi dengan pengurus pusat melalui rangkaian 'Workshop Series' PTOI. Peserta yang disasar meliputi praktisi, guru, hingga sarjana olahraga.

Sejumlah pakar di bidang terapi olahraga dihadirkan sebagai narasumber utama untuk membedah materi secara mendalam. Mereka adalah Tommy Fondy, Zeth Boroh, Chairul Umam, dan Firmansyah.

Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Bidang Humas PTOI Jakarta, Franciska Dina Dameria, menyebutkan terdapat 30 peserta dari berbagai daerah dan latar belakang profesi yang mengikuti kegiatan ini.

Selain praktisi, acara ini turut dihadiri tamu undangan dari Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta sebagai wujud kolaborasi antarlembaga dalam pengembangan keilmuan sport therapy.

Pentingnya Kolaborasi Antarinstansi

Ketua PTOI Jakarta, Firmansyah, menekankan bahwa kemajuan organisasi tidak dapat dicapai secara mandiri tanpa adanya dukungan dari pihak luar. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam menyalurkan ilmu kepada masyarakat luas.

"Dalam setiap Organisasi atau Perkumpulan, kita tidak bisa berjalan sendiri atau besar sendiri, kita perlu bantuan orang lain, dan maju bersama, bentuk kolaborasi PTOI JAKARTA nyata, karena sudah bekerja sama atau berkolaborasi dengan beberapa instansi yaitu Dispora DKI, Dinsos DKI, Disdik DKI, serta Universitas Negeri Jakarta, supaya SDM kita tetap ada dan bisa menyalurkan ilmu tentang Sport Therapy kepada masyarakat luas, dan masyarakat Jakarta khususnya" ujar Firmansyah.

Sebagai organisasi resmi, PTOI berfungsi sebagai wadah bagi tenaga terlatih yang memiliki kompetensi ilmiah. Fokus utamanya mencakup upaya pemulihan, pencegahan cedera, hingga strategi peningkatan performa bagi para atlet melalui pendekatan medis dan olahraga yang terukur.

Artikel terkait

Rekomendasi