PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk Targetkan Penjualan Rp180 Miliar

PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk Targetkan Penjualan Rp180 Miliar
Foto: Ilustrasi PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk Targetkan Penjualan Rp180 Miliar.

PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk menetapkan strategi peningkatan kinerja operasional untuk mengejar pertumbuhan penjualan neto di atas 30 persen menjadi Rp180 miliar pada tahun 2026 dalam paparan publik pada Selasa (19/5/2026).

Target keuangan emiten produsen mur dan baut berkode saham BAUT tersebut dilansir dari Investor Daily guna merealisasikan pembukuan laba bersih berkelanjutan serta mendorong efisiensi biaya. Manajemen emiten akan mengeksekusi proyek strategis dan menerapkan peta jalan digital demi merampingkan biaya operasional.

Langkah ekspansi pasar dilakukan dengan menambah dua outlet RJ Steel secara bertahap di wilayah DKI Jakarta sepanjang tahun ini. Hingga akhir tahun 2025, perusahaan telah mengoperasikan 22 outlet RJ Steel yang terdiri atas 10 kemitraan, 5 waralaba, dan 7 outlet entitas anak RJS.

Direktur Utama BAUT Foong Tak Hoy menjelaskan bahwa akselerasi digital dan ekspansi outlet akan menopang jalur pertumbuhan omzet perseroan.

"Dengan ekspansi yang akan dilakukan perseroan sebagai target 2026 dan akselerasi digital, perseroan berada pada jalur yang solid untuk mencapai pertumbuhan omzet >30%," jelas Foong Tak Hoy dalam paparan publik, Selasa (19/5/2026).

Program efisiensi yang dijalankan ditargetkan mampu mengoptimalkan biaya operasional hingga 6 persen pada tahun 2026 melalui pemangkasan struktur pengeluaran di seluruh unit kerja.

"Strategi tersebut bertujuan mendorong profitabilitas berkelanjutan di FY2026 dan seterusnya," ungkap Foong Tak Hoy.

Salah satu taktik penghematan tersebut diterapkan dengan memotong total Stock Keeping Unit sebesar 15 persen guna menurunkan ongkos penanganan dan manajemen pergudangan. Pemasaran produk juga terus diperluas melalui kemitraan dengan sektor manufaktur, konstruksi, furnitur, proyek strategis nasional, serta distribusi merek FastFix ke jaringan gerai MR DIY.

Perseroan juga berkomitmen meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan komunikasi berkala untuk menyampaikan perkembangan performa bisnis kepada para pemegang saham.

"Kami ingin membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham dan investor," ungkapnya.

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, pendapatan BAUT tercatat sebesar Rp136,33 milar atau menurun dari perolehan tahun 2024 yang mencapai Rp152,96 miliar. Walakin, emiten berhasil menekan rugi bersih menjadi Rp11,85 miliar dari sebelumnya Rp13,46 miliar.

Foong Tak Hoy memaparkan bahwa penurunan performa sepanjang tahun lalu dipicu oleh perlambatan ekonomi global dan membanjirnya produk logam asal Tiongkok yang menekan harga jual domestik.

"Kami optimis bahwa dengan strategi yang tepat, tata kelola yang kuat, serta semangat inovasi yang berkelanjutan, BAUT akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif serta nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," tegas Foong Tak Hoy.

Pada kuartal pertama tahun 2026, realisasi perbaikan kinerja BAUT mulai terlihat dengan keberhasilan memangkas rugi sebesar 52,2 persen menjadi Rp3,2 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai Rp6,7 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi