PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengonfirmasi bahwa proyek pelebaran Jalan Tol Surabaya-Gempol, khususnya pada segmen Kejapanan-Gempol, telah mencapai progres kumulatif sebesar 81,02 persen hingga minggu ke-35 pelaksanaan pada Rabu (06/05/2026). Peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk memperkuat koridor strategis Jalan Tol Trans-Jawa.
Proyek infrastruktur tersebut difokuskan pada penambahan lajur guna mengakomodasi volume lalu lintas yang terus meningkat di wilayah Jawa Timur. Dilansir dari Kompas, pekerjaan ini dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan gangguan terhadap arus kendaraan yang melintas di jalur penghubung Surabaya menuju Malang dan Pasuruan tersebut.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa pihak manajemen menerapkan strategi terukur dalam setiap tahapan konstruksi di lapangan.
"JTT terus melakukan percepatan pekerjaan secara optimal dengan memperhatikan aspek operasional di lapangan. Seluruh tahapan pekerjaan dilakukan melalui koordinasi intensif agar pekerjaan pelebaran dapat berjalan efektif tanpa mengganggu kenyamanan pengguna jalan secara signifikan," ujar Ria, Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol.
Pengembangan kapasitas jalan ini dinilai krusial mengingat posisinya sebagai jalur utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jawa Timur. Ria menegaskan bahwa proyek ini merupakan perwujudan komitmen perusahaan dalam menjaga konektivitas wilayah.
"Kami ingin menghadirkan infrastruktur jalan tol yang mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pengguna jalan, baik dari sisi kenyamanan maupun efisiensi waktu tempuh," kata Ria, Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol.
Guna menjaga keamanan selama masa konstruksi, JTT menerapkan pengaturan lalu lintas situasional dan menyiagakan petugas pengamanan di titik-titik pekerjaan. Pengguna jalan diimbau untuk memastikan kecukupan saldo uang elektronik dan mematuhi rambu lalu lintas saat melintasi area proyek Kejapanan-Gempol.