Kepolisian wilayah Catalonia menangkap Wakil Ketua Dewan Direksi Mango, Jonathan Andic, di Spanyol pada Selasa (20/5/2026). Langkah hukum ini diambil setelah aparat menemukan perkembangan baru terkait kematian pendiri merek fesyen tersebut, Isak Andic.
Penangkapan terhadap putra kandung korban tersebut dikonfirmasi oleh pihak kepolisian Mossos d'Esquadra, sebagaimana dilansir dari Wolipop. Otoritas hukum kini mengubah status penyelidikan insiden tersebut menjadi dugaan kasus pembunuhan.
Kasus ini bermula saat Isak Andic ditemukan meninggal dunia pada Desember 2024 dalam usia 71 tahun. Korban sebelumnya dinyatakan jatuh ke jurang sedalam 97 meter ketika mendaki gunung bersama Jonathan di area dekat Barcelona.
Penyelidikan sempat dihentikan oleh pihak berwenang pada awal tahun 2025 karena menganggap peristiwa itu sebagai kecelakaan murni. Namun, kepolisian membuka kembali berkas perkara pada Maret 2025 setelah menemukan bukti-bukti baru.
Jonathan Andic diketahui menjadi satu-satunya saksi mata yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa maut tersebut berlangsung. Pengadilan Tinggi Barcelona saat ini tengah memproses pemeriksaan lebih lanjut terhadap tersangka.
Hakim Pengadilan Tinggi Barcelona telah menetapkan uang jaminan sebesar 1 juta euro atau sekitar Rp18 miliar agar Jonathan bisa ditangguhkan dari penahanan. Biaya jaminan tersebut dilaporkan telah dibayarkan oleh pihak bersangkutan.
Meskipun tidak ditahan, Jonathan diwajibkan menyerahkan paspor miliknya kepada pengadilan. Ia juga dikenakan syarat administratif berupa wajib lapor secara berkala setiap minggu selama persidangan berjalan.
Pihak keluarga Andic langsung memberikan respons resmi terkait situasi hukum yang menjerat wakil ketua perusahaan fesyen tersebut melalui kantor berita Reuters. Pihak keluarga menyatakan keyakinan mereka bahwa Jonathan tidak bersalah dalam kasus kematian ayahnya.