Pewaris Singha Siranudh Scott Bongkar Kasus Pelecehan Seksual Keluarga

Pewaris Singha Siranudh Scott Bongkar Kasus Pelecehan Seksual Keluarga
Foto: Ilustrasi Pewaris Singha Siranudh Scott Bongkar Kasus Pelecehan Seksual Keluarga.

Publik Thailand dikejutkan oleh pengakuan berani dari Siranudh Scott, salah satu pewaris dinasti bisnis bir Singha yang berpengaruh. Dilansir dari Wolipop, Siranudh mengklaim telah menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh anggota keluarganya sendiri.

Siranudh 'Psi' Scott mengunggah sebuah video melalui media sosial Facebook yang langsung memicu kontroversi luas. Dalam video tersebut, ia menuduh kakak laki-lakinya, Sunit 'Pi' Scott, melakukan pelecehan seksual terhadapnya sejak masa kanak-kanak.

Pengakuan dari aktivis konservasi laut ini tidak hanya mengungkap trauma pribadi, tetapi juga membeberkan ketegangan internal yang terjadi di dalam keluarga Bhirombhakdi. Keluarga ini merupakan pemilik dari Boon Rawd Brewery, perusahaan besar yang memproduksi bir Singha.

Melalui unggahannya, Siranudh mengaku bahwa pelecehan seksual tersebut terjadi berulang kali antara ia berusia 12 hingga 24 tahun. Pria berusia 29 tahun itu menyatakan memiliki bukti rekaman atas kejadian tersebut dan mengklaim pihak keluarga sebenarnya mengetahui situasi yang terjadi.

"Aku tidak ingin ada yang menyebutku sebagai pewaris Singha. Orang-orang tidak tahu yang sebenarnya," kata Siranudh sambil menangis.

"Saudara laki-lakiku melecehkanku secara seksual. Dia tidak hanya melakukannya sekali; dia melakukannya berkali-kali ketika aku masih remaja. Semua orang di keluarga tahu karena mereka mendengarkan rekaman yang aku buat tentang pengakuan saudara laki-lakiku. Tidak ada orang dewasa dalam hidupku yang pernah membantuku. Aku harus melakukan semuanya sendiri karena saya tidak punya pilihan," katanya.

Selain tuduhan pelecehan, Siranudh mengungkap konflik hukum dengan ibunya terkait harta warisan dari mendiang kakeknya, Chamnong Bhirombhakdi. Kakeknya merupakan mantan ketua Singha Corp yang meninggalkan warisan dalam jumlah besar.

"Tahun ini, ibuku mengajukan gugatan terhadap saya untuk mengklaim harta warisan yang diberikan kakek. Ia menyebutku anak yang tidak tahu berterima kasih karena saya berbicara tentang apa yang dilakukan pengasuhku," katanya, merujuk pada perlakuan buruk di masa lalu oleh pengasuhnya.

Siranudh juga menyatakan kekecewaannya karena setiap kali ia mencari perlindungan dari anggota keluarga yang lebih tua, ia justru diminta untuk meminta maaf kepada ibunya. Kondisi ini membuatnya merasa tidak lagi dihargai secara kemanusiaan oleh keluarganya sendiri.

Berdasarkan laporan Bangkok Post, Siranudh saat ini merasa kewalahan dengan situasi yang berkembang namun menegaskan tidak bisa lagi hidup dalam tekanan keluarga tersebut. Ia sempat menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul akibat pengakuannya yang emosional.

Siranudh Scott sendiri dikenal sebagai sosok yang membangun karier di luar bayang-bayang bisnis bir keluarganya. Ia aktif sebagai penjaga taman dan penasihat Presiden Taman Nasional Thailand yang kerap mengkritik pelanggaran aturan konservasi di dunia maya.

Sementara itu, kakaknya, Sunit Scott, diketahui telah menikahi aktris Mild Lapassalan pada Desember 2025. Siranudh mengaku sempat mencoba memperingatkan Mild mengenai perilakunya sebelum pernikahan tersebut digelar, namun upayanya tidak membuahkan hasil.

Keluarga Bhirombhakdi merupakan salah satu dinasti bisnis terkaya di Thailand melalui Singha Corporation. Pada tahun 2025, grup perusahaan ini melaporkan total aset mencapai sekitar 68,4 miliar Baht atau setara Rp 36 triliun.

Gurita bisnis keluarga ini bermula sejak tahun 1933 saat Phraya Bhirombhakdi mendirikan pabrik bir lokal pertama di Thailand. Hingga saat ini, bisnis tersebut terus berkembang ke berbagai sektor minuman dan makanan di bawah kepemimpinan Santi Bhirombhakdi.

Artikel terkait

Rekomendasi