Persik Kediri dijadwalkan menjamu Arema FC dalam lanjutan laga pekan ke-31 Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Minggu (3/5/2026) pukul 15.30 WIB. Pertandingan bertajuk Derbi Jawa Timur ini akan digelar tanpa penonton berdasarkan keputusan panitia pelaksana tuan rumah.
Klub berjuluk Macan Putih tersebut berupaya bangkit dari tren negatif setelah gagal meraih hasil maksimal dalam lima pertandingan terakhir. Dilansir dari Bola, laga ini menjadi sangat krusial bagi Persik Kediri yang saat ini menempati posisi ke-12 klasemen sementara dengan raihan 33 poin demi menjauhi zona degradasi.
Gelandang Persik Kediri asal Portugal, Telmo Castanheira, menegaskan bahwa seluruh pemain memiliki motivasi tinggi meski tribun stadion akan kosong. Ia menganggap dukungan yang diberikan suporter saat sesi latihan sebelum berangkat ke Gresik menjadi modal semangat yang sangat penting bagi tim.
"Kami akan manfaatkan momentum ini untuk meraih tiga poin," kata Castanheira dikutip dari situs resmi I League, Sabtu (2/5/2026).
Pemain asing tersebut juga memahami bahwa laga melawan Arema FC selalu menghadirkan tensi tinggi dan memiliki nilai gengsi yang besar bagi kedua kelompok suporter.
"Kami akan persembahkan kemenangan untuk suporter yang mendukung tim dari rumah," lanjut Castanheira.
Ia menambahkan bahwa para pemain menyadari pentingnya membawa pulang hasil positif ke Kota Kediri demi memuaskan harapan para pendukung setia mereka.
"Kehadiran suporter kemarin jadi spirit bagi pemain. Mereka tahu ini pertandingan penuh gengsi," tegas sang pemain.
Mantan penggawa Al-Miná ini tetap menaruh hormat pada kekuatan Arema FC, terutama karena kedua tim sama-sama baru saja menelan kekalahan pada pertandingan sebelumnya.
"Kami juga tahu ini bukan sekadar Derbi Jatim. Kami harus menang untuk dibawa pulang ke Kediri untuk suporter. Kami tahu apa arti pertandingan ini bagi mereka," tambah Castanheira.
Kemenangan menjadi target mutlak bagi Persik guna memperbaiki perolehan poin mereka di tabel klasemen musim ini.
"Kedua tim dan para suporter ingin hasil terbaik. Setelah kalah dari Borneo FC, kami ingin dapat poin pengganti. Begitu pula Arema FC yang baru kalah dari Persebaya. Kami harus dapat tiga poin untuk menambah koleksi," ujarnya.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, memandang pertemuan dengan Singo Edan sebagai titik balik teknis bagi anak asuhnya. Arsitek tim asal Spanyol ini menekankan bahwa kemenangan bukan hanya soal angka, melainkan harga diri bagi Kota Kediri.
"Ini partai sangat penting. Penting bagi tim untuk meraih tiga poin. Penting bagi Kota Kediri," ungkap Marcos Reina.
Reina memastikan bahwa absennya penonton di stadion tidak akan mengurangi ambisi tim untuk memberikan performa terbaik bagi khalayak di rumah.
"Kemenangan nanti juga ditunggu suporter yang mendukung dari rumah. Karena mereka tak bisa datang ke stadion," ucap Reina.
Pelatih berusia tersebut juga memiliki target jangka panjang untuk mengumpulkan poin sebanyak mungkin di sisa musim 2025-2026 agar timnya finis di posisi terbaik.
"Kami akan terus berusaha dapat poin sebanyak mungkin pada empat pertandingan nanti. Kami ingin finis di peringkat terbaik musim ini," tutur Reina.
Selain misi memperbaiki peringkat, pertandingan ini menjadi ajang pembalasan setelah pada putaran pertama Persik harus menyerah 1-2 saat bertandang ke markas Arema FC di Malang.
"Pertemuan pertama, kita main sangat bagus. Kita punya peluang dapat poin di Malang. Tapi kita lupakan hasil mengecewakan itu," jelas Reina.
Ia meminta seluruh skuad untuk memusatkan fokus sepenuhnya pada jalannya pertandingan di Gresik guna melunasi janji kepada suporter.
"Kali ini kita harus benar-benar mendapat tiga poin di pertandingan nanti untuk membayar hutang ke suporter," pungkasnya.