Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak membuat kejutan dengan menurunkan kiper berusia 19 tahun, Fitrah Maulana, sebagai starter dalam laga pekan ke-29 Super League 2025-2026. Pertandingan yang berakhir imbang 0-0 melawan Arema FC tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat (24/4/2026).
Keputusan menurunkan Fitrah diambil demi mematuhi regulasi kompetisi terkait penggunaan pemain U23, sebagaimana dilansir dari Bola. Langkah ini terpaksa dilakukan karena bek andalan Kakang Rudianto yang biasa mengisi slot tersebut harus menepi akibat cedera saat latihan.
Strategi pergantian penjaga gawang ini membuat Teja Paku Alam, yang mencatatkan 16 nirbobol musim ini, harus duduk di bangku cadangan. Meski tampil dominan dengan melepaskan 12 tembakan tepat sasaran ke arah gawang Arema FC yang dikawal Lucas Frigeri, lini depan Persib gagal mengonversi peluang menjadi gol.
"Fitrah, saya memasangnya sebagai starter karena Kakang (Rudianto) tidak berlatih dalam satu-dua kali latihan terakhir akibat cedera ringan," tutur Hodak, pelatih asal Kroasia tersebut.
Ketiadaan Kakang memaksa tim pelatih memutar otak guna menyiasati komposisi pemain muda di lapangan sejak menit awal pertandingan.
"Jadi kami memilih Fitrah pemain U23 untuk dimainkan sebagai starter," ungkap pelatih asal Kroasia tersebut.
Penampilan ini merupakan caps kedua bagi Fitrah Maulana di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini setelah sebelumnya sempat diturunkan saat melawan Borneo FC Samarinda. Di balik hasil imbang tim, Fitrah berhasil mencatatkan rekor nirbobol profesional pertamanya dengan statistik 13 umpan sukses dan satu penyelamatan penting.
"Coach juga kasih kepercayaan buat saya, itu menjadi tanggung jawab saya, selama saya dipercaya coach, saya ingin kasih yang terbaik untuk Persib," kata Fitrah, kiper muda Timnas U19 Indonesia tersebut.
Fitrah mengaku sempat merasakan tekanan akibat atmosfer stadion yang padat, namun ia tetap mampu menjaga konsentrasi sepanjang laga.
"Atmosfer di laga tadi sangat beda ya, karena ada suporter away juga, suporter lumayan penuh, jadi saya bisa terkendali," tuturnya menjelaskan.
Hasil tanpa gol ini menjadi catatan krusial bagi Persib Bandung dalam upaya mereka mempertahankan gelar juara liga. Setelah menghadapi Arema FC, tim akan kembali mengevaluasi efektivitas lini serang yang gagal menembus pertahanan lawan meski mendominasi jalannya laga.