Strategi pemasaran kini bergeser ke arah pendekatan berbasis data yang mengedepankan hasil terukur guna mendorong pertumbuhan bisnis secara nyata. CEO Whizzy Growth Tommy Soependi menyampaikan pada Selasa (28/4/2026) bahwa pelaku usaha mulai memprioritaskan indikator substansial dalam mengevaluasi efektivitas kampanye mereka, sebagaimana dilansir dari Ekonomi.
Perubahan fokus ini membuat metrik tradisional seperti impresi, klik, atau tingkat keterlibatan tidak lagi menjadi tolok ukur utama. Perusahaan kini lebih menitikberatkan pada tingkat konversi, biaya akuisisi pelanggan, serta kontribusi langsung terhadap pendapatan perusahaan.
"Ekspektasi brand sudah berubah. Mereka ingin memastikan setiap aktivitas pemasaran memberikan dampak nyata terhadap bisnis, bukan sekadar trafik," ujar Tommy Soependi, CEO Whizzy Growth.
Pendekatan berbasis kinerja ini menuntut evaluasi ketat terhadap setiap aktivitas pemasaran berdasarkan kontribusi pada metrik bisnis. Hal tersebut mendorong organisasi untuk beralih dari penggunaan intuisi ke strategi yang terintegrasi secara digital.
"Yang terpenting bukan sekadar memiliki data, tetapi bagaimana data itu digunakan untuk mengambil keputusan yang tepat dan berdampak pada pertumbuhan," kata Tommy Soependi, CEO Whizzy Growth.
Implementasi strategi ini dilakukan melalui integrasi data lintas platform, termasuk penggunaan Meta API yang terhubung dengan sistem manajemen hubungan pelanggan (CRM). Langkah ini bertujuan meningkatkan akurasi pelacakan konversi di tengah keterbatasan sistem berbasis cookie.
Adaptasi terhadap teknologi kecerdasan buatan juga melahirkan metode baru berupa optimalisasi mesin generatif untuk melengkapi teknik pencarian konvensional. Kemampuan mengintegrasikan berbagai pendekatan teknis diprediksi menjadi faktor pembeda utama dalam persaingan industri masa depan.
"Pemasaran saat ini bukan lagi soal seberapa besar eksposur, tetapi seberapa besar kontribusinya terhadap pertumbuhan bisnis," ucap Tommy Soependi, CEO Whizzy Growth.
Meskipun memiliki potensi besar, industri ini masih menghadapi tantangan berupa perubahan algoritma yang dinamis. Perusahaan juga perlu beradaptasi dengan kompleksitas integrasi data dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang sangat cepat.